Dirilis November, Vaksin Indovac Jadi Senjata Genjot Cakupan Booster yang Masih Rendah

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Rabu 26 Oktober 2022 14:58 WIB
Vaksin Covid-19, (Foto: Pixabay)
Share :

KEMENTERIAN Kesehatan  RI menyayangkan cakupan vaksinasi booster yang masih begitu rendah sampai saat ini. Padahal, vaksinasi booster atau dosis lanjutan ketiga ini adalah salah satu senjata untuk bisa mengakhiri pandemi Covid-19.

Diterangkan Juru Bicara Kemenkes, dr. Mohammad Syahril, bahkan sampai sekarang angka cakupan vaksinasi booster secara nasional baru 64,8 juta orang atau 27,6 persen. Masih sangat jauh dari target yakni, 50 persen.

"Ini angka masih rendah, laju cakupan vaksin booster tidak begitu cepat daripada sebelumnya,” terang dr. Syahril saat konferensi pers Kemenkes secara daring, Rabu (26/10/2022).

“Ini jadi pekerjaan rumah kami bersama," tegasnya. 

(Jubir Kemenkes RI, dr. Syahril, Foto: tangkapan layar konpers daring)

Melihat fakta di lapangan, untuk menggenjot capaian target vaksinasi booster, Kementerian Kesehatan saat ini salah satunya mencoba untuk mengandalkan vaksin Indovac yang dalam waktu dekat akan dirilis ke publik pada November mendatang.

"Dengan hadirnya vaksin Indovac yang diproduksi Bio Farma ini, kami berharap cakupan vaksinasi booster Covid-19 semakin tinggi. Diharapkan pemerintah daerah segera melakukan semua upaya untuk melakukan booster, pada masyarakatnya. Sehingga target 50 persen cakupan booster tercapai,” harap dr. Syahril.

Sebagai informasi, saat ini vaksin Indovac buatan lokal anak bangsa masih dalam tahap proses produksi.

 BACA JUGA:Varian Covid-19 XBB Tembus 4 Kasus, Jubir Kemenkes: Semua Transmisi Lokal

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya