BANYAK orang awam yang menganggap jika treatment sedot lemak itu adalah treatment untuk menurunkan berat badan.
Dijelaskan pakar kecantikan, dr. Novi Arlisma, sedot lemak atau mini lipposuction adalah prosedur bedah yang menggunakan teknik penyedotan lemak pada area yang diinginkan, umumnya melibatkan penumpukkan lemak yang sulit dihilangkan dengan olahraga yang mana bukan untuk menurunkan berat badan, karena lemak yang dibuang adalah lemak yang ada di bawah kulit.
"Sedot lemak itu bukan treatment untuk menurunkan berat badan, karena lemak yang dihilangkan adalah lemak yang berada di bawah kulit (lemak perifer)," terang dr. Novi dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (25/10/2022).
Prosedur operasinya sendiri dilakukan tahap demi tahap, diterangkan dr Novi, menerangkan, sebelum operasi dilakukan, dokter pertama-tama akan memastikan dulu pasien memang dalam keadaan sehat dengan sistem kekebalan tubuh yang baik.
Tidak hanya itu, pasien juga tak boleh mempunyai riwayat penyakit tertentu seperti diabetes dan gangguan pembekuan darah.
Saat semua sudah dikonfirmasi aman, barulah dokter akan memulai treatment dengan memberikan suntikan bius lokal pada area tubuh yang lemaknya akan disedot alias dibuang. Penyedota dilakukan sesuai dengan teknik yang dipilih dan jumlah lemak yang aman diambil.
Kemudian, dokter akan membuat sayatan kecil untuk memasukkan alat ke dalam kulit yang berisi tumpukan lemak. Selanjutnya, lemak disedot keluar menggunakan alat khusus atau jarum suntik berukuran besar.
Setelah itu dokter menusukkan alat sedot dari berbagai arah atau sudut yang berbeda untuk memperoleh jalur penyedotan yang efektif. Begitu semua proses penyedotan selesai, tahapan terakhir adalah proses menutup bekas sayatan.
Usai operasi sedot lemak dokter akan memasang korsef elastis di bagian tubuh yang baru disedot lemaknya. Selain bertujuan untuk mengurangi bengkak dan memar, juga berfungsi mempertahankan bentuk tubuh.
"Korset harus dipakai selama 2 minggu, tetapi boleh dibuka ketika mandi," saran dr Novi.
BACA JUGA:6 Potret Polwan Cantik Shalsabila Lestari, Puteri Indonesia NTB 2020
BACA JUGA:Pengidap Diabetes Berpotensi Alami Kebutaan? Dokter Mata Beberkan Faktanya
Lantas bagaimana dengan ketahanan hasilnya?
“Hasil sedot lemak umumnya bertahan lama, bahkan bisa permanen dengan mempertahankan berat badan dan menjaga pola makan,” tambah dr. Novi
Namun, perlu diperhatikan bahwa setelah prosedur sedot lemak dilakukan adalah kulit akan membentuk kontur baru pada area yang dirawat. Dengan elastisitas yang baik, maka kulit akan kembali mulus dan kencang.
Sebagai pengingat dan informasi penting, dr. Novi memperingatkan ada efek samping yang mungkin bisa dirasakan pasien yakni seperti asa nyeri, kesemutan, atau mati rasa di bagian tubuh yang baru disedot lemaknya. Bisa juga muncul efek samping lainnya, umumnya berupa lebam dan bengkak di area tersebut.
Biasanya untuk mengatasi efek samping itu, dokter akan meresepkan obat anti-nyeri dan antibiotik untuk mencegah efek samping tersebut.
(Rizky Pradita Ananda)