Etilen Glikol Disebut Sebabkan Gangguan Ginjal Akut, Farmasi ITB: Aman jika Tidak Melewati Ambang Batas

Kevi Laras, Jurnalis
Sabtu 22 Oktober 2022 16:11 WIB
Ilustrasi gangguan ginjal akut anak. (Foto: Shutterstock)
Share :

DUGAAN utama dari gangguan ginjal akut anak di Indonesia disebutkan karena etilen glikol (EG). Namun untuk penyebab pastinya, belum diketahui karena masih dalam investigasi.

Menurut pihak Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB), kalau senyawa EG memiliki batasan harus di bawah 0,1 persen dalam setiap produk obat-obatan. Sebagaimana dijelaskan kalau EG merupakan cemaran atau proses dari disintesis dari gliserin, sorbitol, dan bahan lainnya.

Baca juga: Soroti Gangguan Ginjal Akut Anak, Farmasi ITB: Perlu Penelitian Komprehensif 

"EG dan DG ini cemaran dari bahan baku farmasi yang memang biasa digunakan farmasi dan dalam obat dan pangan. Cemaran ini datang dari proses disentesis dari glikol dan bahan lainnya, jadi tingkat kemurniannya tidak 100 persen," kata Dekan Farmasi ITB Profesor I Ketut Adnyana dalam acara Polemik MNC Trijaya bertajuk 'Misteri Gagal Ginjal Akut' di kanal YouTube MNC Trijaya, Sabtu (22/10/2022).

"Maka dalam kitab sucinya farmasi atau Farmokepi Indonesia membatasi cemaran ini makanya tadi ada ambang minimal 0,1 persen. Jadi kalaupun farmasi menggunakan EG dan DG sebagai bahan bantu pelarut, maka bahannya sudah ditentukan," sambungnya.

Baca juga: 5 Fungsi Penting Ginjal untuk Kesehatan Bisa Produksi Darah Hingga Kotoran Asam 

Apabila digunakan dalam dunia farmasi, dikatakan Prof Ketut, seharusnya tidak menjadi masalah. Alias tidak menggangu kesehatan, apabila tidak melewati ambang batas yang sudah ditentukan.

"Studi keamanan menyatakan kalau digunakan di bawah ambang batas tidak ada masalah dengan kesehatan kita," jelasnya.

Kasus gangguan ginjal akut anak sebelumnya terjadi di Gambia, Afrika. Akibat obat sirup yang menyebabkan 66 anak meninggal dunia.

Sementara di Indonesia sampai saat ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap lebih dari 50 persen kasus anak dinyatakan meninggal dunia.

Dalam penjelasannya, 50 persen tersebut dari 241 kasus, sekira 133 anak meninggal. Namun untuk penyebabnya belum dapat dipastikan karena masih diselidiki.

"Lanjutan dari dua hari yang lalu update mengenai kasus ginjal akut sampai sekarang, sudah mengidentifikasi ada 241 kasus gangguan akut atau aki. Dengan 133 kematian dan ini terjadi peningkatan sejak Agustus. Sehingga lebih dari 50 persen meninggal dunia," ungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Konferensi Pers Update Gangguan Ginjal Akut Anak di Indonesia di Gedung Kementerian Kesehatan, Jumat (21/10/2022)

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya