Gangguan Ginjal Akut Jadi Ancaman Baru, Hati-hati Kasih Anak Obat saat Demam!

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Selasa 18 Oktober 2022 21:00 WIB
Ilustrasi (foto: Istimewa)
Share :

INDONESIA tengah menghadapi masalah kesehatan baru yaitu gangguan ginjal akut. Naas, penyakit misterius tersebut menyerang anak-anak dan diketahui lebih dari 30 anak telah meninggal dunia.

Menurut laporan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) total kasus gangguan ginjal akut per 14 Oktober 2022 sebanyak 152 kasus, dengan DKI Jakarta sebagai provinsi terbanyak yaitu 49 kasus.

Salah satu imbauan yang diberikan IDAI adalah bagi orangtua jangan panik. Bila si kecil bergejala, segera ke dokter.

 

"Jika si kecil menunjukkan gejala seperti demam, infeksi saluran cerna, ISPA, bahkan air pipisnya sedikit atau tidak kencing sama sekali dalam sehari, segera berobat ke dokter," terang Ketua Pengurus Pusat IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), beberapa hari lalu.

Namun, para orangtua juga jangan kepalang panik berlebih ketika si kecil sakit, apalagi hanya demam. Ahli Kesehatan dr Pandu Riono, mengimbau agar orangtua jangan buru-buru kasih obat penurun demam ketika si kecil suhu badannya panas.

"Anak demam itu bisa karena infeksi atau penyebab lain, jangan panik dengan memberikan obat penurun demam," terang dr Pandu, seperti dikutip MNC Portal dari Twitter pribadinya, Selasa (18/10/2022).

Dokter Pandu lebih menyarankan agar kompres dengan air dingin di daerah lipatan ketiak dan paha jika si kecil demam. "Berikan minum yang cukup. Bila masih bayi, teruskan pemberian ASI," sarannya.

Di sisi lain, jika Anda terpaksa harus kasih sirup atau obat tetes penurun demam, dr Pandu mengingatkan agar beri obat tersebut sesuai dengan takaran yang dianjurkan.

Dia pun meminta kepada orangtua agar segera bawa anak ke layanan kesehatan terdekat ketika air kencing si kecil berkurang dari biasanya.

"Kasus gangguan ginjal akut pada anak di Gambia bisa terjadi di mana saja, termasuk di Indonesia. Gangguan ginjal bisa terjadi akibat konsumsi obat yang berpotensial bisa toksik (mengandung senyawa glycol yang dipakai sebagai pelarut obat) mengganggu fungsi ginjal yang dapat berakibat fatal," tambahan informasi dari dr Pandu.

(Vivin Lizetha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita Women lainnya