MAKANAN tanpa micin dianggap sebagian orang kurang lezat. Bahkan tak jarang beberapa orang merasa kurang happy jika belum mengonsumsi makanan "bermicin" pada hari itu.
Hal ini yang menjadi penyebab Monosodium glutamate atau MSG masih laku dipasaran.
Penggunaan micin sebagai bumbu penyedap memang tidak dilarang sepenuhnya. Tapi, menambahkan micin atau MSG ke makanan perlu pertimbangan yang bijak, karena kalau berlebihan akan menyebabkan masalah kesehatan.
Apa konsumsi micin setiap hari tak berbahaya?
Menurut laporan Kementerian Kesehatan, batas aman konsumsi MSG per hari adalah 120 mg/kg berat badan per hari. Itu artinya, seseorang dengan berat badan 50 kg, tidak boleh mengonsumsi micin lebih dari 6 gram atau sekitar 1 sendok teh per hari.
Jumlah asupan micin tersebut akan sangat dipengaruhi juga oleh riwayat penyakit. Pada mereka yang memiliki masalah kesehatan tertentu, penggunaan MSG perlu dibatasi dengan sangat ketat.
Sebab, konsumsi micin yang berlebihan bisa menimbulkan berbagai masalah, seperti sakit kepala, hipertensi, pun mual, terutama bagi mereka yang sensitif dengan micin.
BACA JUGA: 4 Efek Samping Terlalu Banyak Micin, Salah Satunya Bikin Sakit Kepala
Micin sendiri mengandung glutamat 78%, natrium 12%, dan air 10%. Dari situ, diketahui bahwa asam glutamat yang merupakan asam amino adalah zat utama micin yang tak jauh berbeda dengan asam amino pada makanan alami sehari-hari, seperti tomat, keju, maupun daging.
"Sekalipun MSG digolongkan aman untuk dikonsumsi, namun tetap harus diatur asupan MSG hariannya untuk menghindari potensi efek yang merugikan, apalagi jika micin dikonsumsi berlebihan," terang laporan Kemenkes.
"Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk bijak dalam memilih dan mengonsumsi makanan, salah satunya dengan cara memperhatikan kandungan MSG di dalam produk makanan tersebut agar tidak melebihi asupan harian maksimal MSG," tambah Kemenkes.
(Dyah Ratna Meta Novia)