DI tengah pandemi Covid-19 dan musim hujan, ancaman kesehatan pada anak-anak bertambah dengan penemuan gangguan ginjal akut misterius.
Ya, kasus gangguan ginjal akut misterius (acute kidney injury of unknown origin) pada anak di Indonesia tengah menjadi sorotan. Merujuk pada data Ikatan Dokter Aanak Indonesia (IDAI), tercatat sudah ada 131 kasus yang ditemukan dengan sebaran di 14 Provinsi di Tanah Air.
Seperti disampaikan Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi IDAI, dr. Eka Laksmi Hidayati, SpA(K), 14 Provinsi tersebut ialah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Kepri (Kepulauan Riau), Papua Barat dan NTT.
Dokter Eka menyebutkan, setiap bulannya dari Agustus hingga pertengahan Oktober 2022, terus ditemukan kasus. Walau memang jumlahnya terus menurun.
"Di Agustus ada 35 kasus, dan September sebanyak 71 kasus, dan Oktober hingga tanggal 11 ini ada 9 kasus. Mudah-mudahan menurun dan hilang," ujar dr. Eka dalam Media Briefing Gagal Ginjal Akut Misterius pada Anak baru-baru ini.
Mengingat kasus baru terus bermunculan, dan sampai saat ini penyebab dari gangguan ginjal akut misterius pada anak belum diketahui penyebabnya. Dokter Eka memengingatkan agar para orang tua peka dan memahami gejala dari gangguan ginjal akut misterius pada anak, salah satu yang paling bisa dilihat jelas dan diwaspadai ialah intensitas urine, air seni yang berkurang.
"Kami imbau kepada orangtua, gejala yang spesfik adalah penurun jumlah urin,” pungkas dr. Eka
Selain itu, pada kebanyakan kasus juga ditemukan gejala lain yakni demam, diare dan tak sedikit pula yang disertai dengan muntah, batuk, pilek, serta gangguan pernapasan.
BACA JUGA:100 Anak Terkena Gagal Ginjal Akut Misterius, Ini Penyebabnya Menurut IDAI!
BACA JUGA:Kasus Gagal Ginjal Akut Misterius pada Anak Jadi Sorotan, Begini Cara Mencegahnya!
(Rizky Pradita Ananda)