VAKSIN Covid-19 jenis mRNA disebutkan memiliki keterkaitan risiko miokarditis pada pria . Hal ini diungkap oleh studi yang dilakukan oleh Ahli Bedah Umum di Florida, dr. Joseph A. Ladapo.
Dokter Joseph, menyebutkan dengan merujuk pada hasil studi yang ia lakukan bersama timnya, vaksin mRNA menunjukkan pria berusia 18-39 tahun 84 persen lebih berisiko mengalami masalah jantung usai menerima vaksinasi Covid-19 mRNA.
Melihat hasil studi di atas, kenapa risiko ini menargetkan jenis kelamin tertentu alias hanya pada pria saja? Disampaikan Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman, pria lebih berisiko terkena miokarditis (salah satu masalah jantung), menurutnya berhubungan dengan hormon testosteron.
"Ada keterlibatan hormon testosteron, dalam peningkatan risiko miokarditis usai divaksinasi Covid-19 mRNA pada pria usia muda," kata Dicky saat dihubungi MNC Portal, Senin (10/10/2022).
Keterlibatan ini, ditambahkan Dicky terlebih pada pria muda contohnya pria usia 18 hingga 39 tahun itu mempunyai hormon testosteron yang tinggi.
“Ini memungkinkan reaksi yang terjadi lebih besar kemungkinannya. Makanya, sesuai hasil studi, usia pria yang paling banyak adalah 18 sampai 39 tahun," lanjutnya.
Hormon testosteron sendiri, sebagaimana disebutkan Dicky bisa meningkatkan respons imunitas yang terjadi di dalam tubuh usai vaksinasi Covid-19 mRNA. Respons berlebih itu memicu sel pertahanan untuk bereaksi melawan virus, padahal bukan virus.
Miokarditis terjadi ketika tubuh bereaksi berlebih pada imunitas yang terbentuk, sebagai upaya untuk memproteksi dari serangan virus.
“Jadi, vaksin mRNA itu memberikan semacam kode spike protein musuh (virus). Sayangnya, pada beberapa orang respons yang tercipta berlebihan.
Vaksin mRNA ini menyebabkan sel tubuh memproduksi reaksi yang mampu mendeteksi keberadaan ancaman virus SARS-CoV2.
“Sehingga sel pertahanan menganggap respons berlebih juga sebagai musuh dan terjadilah miokarditis. Nah, hormon testosteron memperbanyak respons itu. Ini yang membuat kelompok pria muda berusia 18 sampai 39 tahun terbanyak mengalami miokarditis paska disuntik vaksin Covid-19 mRNA," pungkas Dicky.
(Rizky Pradita Ananda)