Mengenal Aquagenic Urticaria, Penyakit Langka Alergi Air Hujan!

Wiwie Heriyani, Jurnalis
Jum'at 07 Oktober 2022 13:45 WIB
Ilustrasi (Foto: Ist)
Share :

SEBAGIAN wilayah di Indonesia mulai memasuki musim hujan. Dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas yang cukup tinggi mengguyur beberapa titik di Jakarta dan sekitarnya. Di beberapa daerah barat Indonesia bahkan sudah merasakan musim hujan lebih dahulu.

Berbagai jenis penyakit musiman akibat hujan pun melanda masyarakat. Tak hanya flu dan demam, namun juga sejumlah alergi yang tidak bisa dianggap sepele. Salah satunya yakni alergi air hujan. Lantas, seperti apa saja gejala alergi hujan? Berikut ulasannya.

  

Alergi air hujan bisa terjadi kepada beberapa orang namun kasusnya sangat jarang. Menurut penelitian tahun 2011, ada kurang dari 100 kasus alergi air hujan yang disebut aquagenic urticaria yang dilaporkan dalam literatur medis.

Aquagenic urticaria bisa muncul dengan gejala seperti gatal-gatal yang menyebabkan ruam muncul setelah kulit terkena alergen.

Para peneliti masih mencari tahu penyebab pasti dari alergi air hujan maupun aquagenic urticaria. Beberapa peneliti berspekulasi bahwa alergi ini terjadi karena bahan kimia tambahan yang terkandung dalam air, seperti klorin, yang menyebabkan reaksi, dan bukan kontak dengan air itu sendiri.

Gejala seperti alergi yang mungkin dialami disebabkan oleh pelepasan histamin atau zat kimia yang diproduksi oleh tubuh. Ketika Anda terpapar alergen, sistem kekebalan Anda melepaskan histamin sebagai respons untuk melawan zat berbahaya. Histamin dapat memicu gejala alergi seperti gatal-gatal, tergantung pada bagian tubuh mana yang terpengaruh.

Aquagenic urticaria merupakan kondisi langka yang dapat menyebabkan ruam, gatal, dan nyeri. Ruam ini biasanya muncul di leher, lengan, dan dada, meskipun gatal-gatal bisa muncul di bagian tubuh mana saja.

Orang yang menderita alergi air hujan dapat mengalami gejala yang timbul dalam beberapa menit setelah terkena air, diantaranya eritema atau kemerahan pada kulit, sensasi terbakar, luka, bento atau ruam dan peradangan.

Gejala alergi biasanya akan hilang dalam waktu 30 hingga 60 menit setelah Anda membilas dan mengeringkan badan Anda dari paparan air hujan. Namun, bila menyebabkan sesak napas, Anda harus segera meminta pertolongan medis dengan pergi ke unit gawat darurat rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

(Vivin Lizetha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita Women lainnya