Kematian di Tragedi Kanjuruhan Kebanyakan Disebabkan Asfiksia, Apa Itu?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis
Jum'at 07 Oktober 2022 10:48 WIB
Tragedi Kanjuruhan (Foto: medsos)
Share :

TRAGEDI Kanjuruhan yang terjadi beberapa hari lalu memang menimbulkan kesedihan yang mendalam. Sebanyak 131 orang meninggal dunia dalam tragedi tersebut.

Kebanyakan korban meninggal dunia di tragedi Kanjuruhan dilaporkan karena asfiksia atau kekurangan udara. Selain karena asfiksia, terdapat sejumlah korban yang mengalami trauma di kepala dan thorax, juga patah tulang.

 

Lalu apa itu asfiksia?

Asfiksia merupakan kondisi ketika kadar oksigen dalam tubuh seseorang berkurang. Penyebab asfiksia itu beragam, dari paparan zat kimia atau asap.

Saat mengalami asfiksia, seseorang akan merasa sesak napas atau kesulitan untuk menarik maupun mengembuskan napas akibatnya membuat tubuhnya kekurangan oksigen. Sementara itu, karbon dioksida, sebagai salah satu limbah sisa metabolisme, juga tidak dapat dikeluarkan dari tubuh.

Kondisi tersebut merupakan hal yang sangat berbahaya. Penderinya bisa kehilangan kesadaran, mengalami cedera otak, bahkan kematian jika tak segera diberi bantuan medis.

Asfiksia akibat paparan asap

Asap sisa pembakaran mengandung gas karbon monoksida. Kalau terhirup terlalu banyak gas ini bisa menyebabkan asfiksia dan keracunan. Ketika kadar karbon monoksida di dalam darah melonjak drastis, maka oksigen akan sulit untuk disalurkan ke berbagai jaringan tubuh.

Hal ini membuat orang yang mengalami keracunan karbon monoksida akan mengalami kekurangan oksigen. Jika tak segera mendapat bantuan medis, akibatnya bisa fatal.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya