Ayah Bunda Wajib Tahu, Ini 5 Faktor Kematian Mendadak Pada Bayi

Wiwie Heriyani, Jurnalis
Jum'at 07 Oktober 2022 15:46 WIB
Ilustrasi, (Foto: Freepik)
Share :

BELUM lama ini vlogger Yulia Balstchun diketahui baru saja dirundung duka, dengan meninggalnya sang anak yang baru saja berusia 6 bulan meninggal.

Bayi Yulia ditengarai menghembuskan napas terakhirnya karena mengalami sindrom kematian mendadak tak terduga tanpa gejala atau dalam istilah medis dikenal sebagai Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

Ironisnya, SIDS disebutkan menjadi salah satu penyebab terbanyak kematian bayi berusia di bawah 1 tahun. Dengan fakta yang ada, sudah sepatutnya para orang tua paham mengenai apa saja faktor-faktor dalam kematian mendadak pada bayi ini. Menghimpun National Health Service dan Health Direct, Jumat (7/10/2022) berikut di bawah ini paparan singkat pemicu kematian mendadak pada bayi

1.Berbagi tempat tidur: Orang tua di Asia, termasuk di Indonesia masih banyak yang tidur bersama sang bayi dalam satu ranjang yang sama. Memang ini tidak sepenuhnya salah, namun ingat sebaiknya jika tidur bersama dengan anak, beri ganjalan antara orang tua dan bayi agar tidak berpotensi tertindih atau pernapasannya terhalang oleh orang tua.

2.Tidur tengkurap: Tahukah Anda, bayi di bawah usia satu tahun yang tidur dalam posisi tengkurap bisa menyebabkan jadi bernapas dengan normal. Hal ini karena adanya penekanan pada saluran pernapasan. Akibatnya, suplai oksigen ke otak menjadi berkurang. Pada kondisi ini, akhirnya risiko terjadinya SIDS jadi lebih besar, jika bayi belum memiliki kemampuan untuk kembali telentang dari posisi tengkurap.

3.Suhu ruangan: Ayah dan Bunda dimohon sangat untuk memperhatikan suhu ruangan agar bayi tidur dengan nyaman. Hindari ruangan yang terlalu panas, karena suhu panas disebutkan bisa meningkatkan risiko SIDS pada bayi.

4.Kondisi hamil dan lahir: Sayangnya, bayi yang lahir prematur dan berat badan rendah juga berisiko mengalami sindrom kematian mendadak. Sebab dalam kedua kondisi ini, sistem saraf bayi belum sepenuhnya terbentuk sempurna saat ia lahir. Sehingga, kemampuan otak untuk mengontrol proses bernapas secara otomatis belum sempurna. Selain itu, bayi yang lahir dari ibu berusia kurang dari 20 tahun (kehamilan dini) atau tak melakukan kontrol kehamilan, serta punya riwayat keluarga yang meninggal karena SIDS juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami SIDS loh!

5.Paparan zat berbahaya: Paparan asap rokok, alkohol, dan obat-obat terlarang pada janin di dalam kandungan atau pun setelah lahir juga jauh lebih berisiko mengalami SIDS. Pasalnya, zat-zat dari ketiga bahan ini bisa memengaruhi perkembangan otak bayi, sehingga setelah lahir respons bernapas atau bergerak bayi lebih lemah dari yang semestinya.

 BACA JUGA:4 Faktor yang Memengaruhi Ukuran Penis, Salah Satunya Kekurangan Nutrisi

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya