BANDARA Heathrow London akan menghapus kebijakan batasan jumlah penumpang yang berangkat setiap hari mulai akhir bulan ini. Langkah itu diambil menyusul musim panas yang dipenuhi dengan pembatalan dan gangguan penerbangan di seluruh Eropa dan Amerika Serikat. Demikian dikutip dari laman Travel and Leisure.
Sebelumnya, bandara ini menerapkan batasan kapasitas penumpang mulai dari bulan Juli sejumlah 100.000 penumpang, namun sebulan kemudian nyatanya bandara memperpanjang batas tersebut hingga Oktober 2022.
Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa pembatasan tersebut diberlakukan? Pembatasan terjadi setelah banyaknya antrean yang signifikan dan masalah bagasi dengan foto yang tersebar terkait tumpukan koper dan tas penumpang, bagasi yang hilang, dan menunggu lama.
Sehingga Bandara Heathrow mengikuti kebijakan baru, terlihat lebih sedikit pembatasan menit terakhir dan waktu tunggu yang lebih singkat.
Juru bicara bandara kepada Travel + Leisure mengatakan, jika pihak mereka akan fokus dengan pembatasan yang sudah berlaku, tetap menambah penumpang yang diusahakan tidak mengikis tingkat layanan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Bandara Heathrow juga terus bekerja dengan semua mitra maskapainya menjelang musim dingin, untuk memastikan operasi yang lancar bagi penumpang mereka. Membatasi penumpang pun ikut dicabut karena transisi bandara dari musim panas yang padat ke musim dingin yang tidak terlalu ramai.
Kebijakan baru ini tidak hanya berlaku untuk Bandara Heathrow, dikatahui Bandara Schiphol Amsterdam terpaksa mengikuti pembatasan penumpang walaupun sedikit tidak disambut baik oleh pihak bandara sendiri.
Bandara Schiphol awalnya menenetapkan batas awal musim panas dalam upaya untuk memenuhi permintaan, dan telah memperpanjang batas tersebut hingga musim gugur.
Pengelola Bandara Shiphol menjelaskan, terkait pembatasan ini pihaknya memanfaatkan waktu untuk mengatasi kekurangan staf, termasuk dengan membuat daftar nama yang leblih baik dan memperbaiki toilet.
Sementara di Amerika Serikat, semua maskapai penerbangan sibuk mengatasi masalah pembatalan massal selama musim panas dan musim gugur. Setelah keadaan berangsur membaik dan harga tiket pesawat yang tadinya gila-gilaan perlahan tapi pasti mulai turun.
(Rizka Diputra)