SEBANYAK belasan wisatawan telantar di Bandara Narita, Tokyo selama tiga hari setelah pesawat Jetstar membatalkan dua penerbangan ke Australia.
Penerbangan mereka mendarat di Bandara Narita pada Minggu lalu dan dijadwalkan akan berangkat ke Gold Coast pada malam yang sama namun tiba-tiba dibatalkan.
“Gerbang 26 telah menjadi rumah kami,“ kata Judy, seorang warga Victoria kepada Today Show.
Ke-16 penumpang, termasuk salah satunya seorang balita terpaksa tidur di ruang tunggu terminal dan makan mi instan sebagai menu santap malam setelah sebuah aturan 'aneh' mencegah mereka meninggalkan terminal.
“Kami mencoba untuk pindah terminal yang berbeda, tetapi diberitahu bahwa kami tidak diizinkan untuk berangkat,“ kata Jenkins.
Pembatasan visa di Jepang mencegah para pelancong untuk meninggalkan terminal mereka selama transit.
“Sekarang kami memulai hari ketiga tanpa ada kabar dari Jetstar bahwa kami akan berangkat,“ keluhnya lagi.
Pesawat itu dijadwalkan terbang pada Senin pukul 21.00 waktu setempat namun pada pukul 17.15 sore, pihak maskapai mengirim pesan kepada penumpang bahwa penerbangan itu telah dibatalkan tanpa batas waktu.
Sekitar tengah malam, staf bandara mengirimkan mi instan, sandwich, air minum, dan selimut untuk penumpang yang lemas akibat kelaparan.
Juru Bicara Jetstar mengatakan kepada NCA Newswire bahwa penerbangan terpaksa dibatalkan karena masalah keamanan dari sambaran petir. Intinya, pembatalan penerbangan dipicu oleh cuaca buruk.
Pihak maskapai juga telah mencoba memesan tiket penerbangan alternatif melalui Singapura pada hari Minggu, tetapi tidak semua penumpang transit dapat melakukannya.
(Foto: Instagram/@theonanta_)
“Kami paham betapa mengecewakannya penundaan ini, tetapi kami selalu mengutamakan keselamatan daripada jadwal,“ dalih sang juru bicara.
Hal serupa juga pernah terjadi ketika pesawat Jetstar membatalkan penerbangan sehingga banyak penumpang asal Australia telantar di Bali pada awal September lalu.
(Rizka Diputra)