PENYEBAB, gejala, dan cara mengobati infeksi paru-paru pada bayi tersedia dalam artikel ini. Bayi batuk pilek mungkin sering terjadi. Imun tubuh yang baru terbentuk, membuat bayi gampang terpapar virus, bakteri atau jamur. Termasuk infeksi paru-paru. Infeksi paru-paru dapat disebabkan oleh virus, bakteri, dan terkadang bahkan jamur. Salah satu jenis infeksi paru-paru yang paling umum disebut pneumonia.
Pneumonia, yang mempengaruhi kantung udara kecil di paru-paru, paling sering disebabkan oleh bakteri menular, tetapi juga bisa disebabkan oleh virus. Seseorang menjadi terinfeksi dengan menghirup bakteri atau virus setelah orang yang terinfeksi di dekatnya bersin atau batuk.
(Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Infeksi Paru-Paru pada Bayi, foto: istimewa)
Gejala infeksi paru-paru bervariasi dari ringan hingga berat. Ini tergantung pada beberapa faktor, seperti jenis virus atau bakteri yang hinggap dan juga ketahanan tubuh bayi.
Gejalanya mungkin mirip dengan pilek atau flu, tetapi cenderung bertahan lebih lama. Dikutip dari Healthline, Rabu (7/9/2022), gejala yang paling sering terjadi pada infeksi paru-paru pada bayi adalah sebagai berikut:
1. Batuk yang menghasilkan lendir kental
2. Sakit dada menusuk
3. Demam
4. Sakit badan
5. Hidung meler
6. Sesak napas
7. Kelelahan
8. Mengi
9. Penampilan kebiruan pada kulit atau bibir
10. Suara berderak di paru-paru terdengar ketika di stetoskop
Untuk penyembuhan infeksi paru-paru pada bayi, dibutuhkan antibiotik jika terpapar bakteri. Infeksi jamur paru-paru akan memerlukan pengobatan dengan obat antijamur, seperti ketoconazole atau voriconazole.
Antibiotik tidak akan bekerja pada infeksi virus. Sebagian besar waktu, harus menunggu sampai tubuh melawan infeksi dengan sendirinya.
(Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Infeksi Paru-Paru pada Bayi, foto: istimewa)
Meski begitu, Bunda bisa membantu proses penyembuhan dengan beberapa cara. Simak ulasannya yang dikuti dari Healthline, Rabu (7/9/2022).
1. Minum paracetamol jika demam
2. Berikan ASI lebih banyak
3. Istirahatlah sebanyak mungkin
4. Gunakan humidifier untuk menciptakan kelembapan di udara
5. Konsumsi antibiotik yang diresepkan sampai habis
Jika infeksi paru-paru menjadi lebih parah, segera ke fasilitas kesehatan terdekat untuk ditangani lebih lanjut oleh dokter.
(vvn)
(Kemas Irawan Nurrachman)