Marak Pneumonia Misterius di Argentina, Kenali Gejala Pneumonia pada Anak

Vivin Lizetha, Jurnalis
Selasa 06 September 2022 10:00 WIB
Ilustrasi pneumonia pada anak (foto: istimewa)
Share :

KASUS pneumonia misterius terjadi di Argentina dan saat ini sudah menyebabkan 5 orang meninggal dunia. 3 pasien yang masih terjangkit sudah ditangani tenaga medis untuk dirawat secara intensif. Sedangkan 3 pasien lainnya melakukan rawat jalan di rumah.

Kondisi ini membuat kekhawatiran pada masyarakat dunia, mengingat tidak henti-hentinya penyakit merebak tumpang tindih silih berganti.

Pneumonia misterius yang terjadi di Argentina diketahui disebabkan bakteri Legionella yaitu bakteri penyebab penyakit Legionnaires. Meski penyakit ini jarang terjadi, ada beberapa faktor yang membuat seseorang tertular. Selain karena penularan lewat air yang tercemar, juga bisa melalui pendingin suhu udara ruangan yang terinfeksi bakteri tersebut.

 

Umumnya penyakit ini menginfeksi orang tua, namun tidak menutup kemungkinan menyerang anak-anak. Saat ini ada sekitar 150 hingga 156 juta anak yang pernah terkena pneumonia, dengan rentan pada anak usia di bawah 5 tahun. Meskipun, pneumonia memang tidak separah dahulu, karena adanya antibiotik serta perawatan lainnya.

Dilansir dari Healthline.com, salah satu pneumonia saat ini yang paling diwaspadai orang-orang termasuk orangtua adalah pneumonia berjalan. Pneumonia tersebut merupakan bentuk pneumonia yang sangat terlihat pada anak-anak dan orang dewasa.

Pneumonia berjalan ini biasanya memiliki efek yang tidak terlalu parah dibandingkan dengan gejala pneumonia lain. Gejala pneumonia berjalan, biasanya seringkali mirip dengan gejala pilek atau hidung yang tersumbat.

Seorang anak dengan pneumonia berjalan biasanya akan makan dan tidur secara normal, dan memiliki saluran pencernaan yang normal dan lancar.

  

Tapi, ada beberapa gejala yang akan dialami anak tersebut, meliputi batuk berkepanjangan, demam ringan, sakit kepala, tubuh menggigil, nafsu makan menurun, nyeri dada, merasa cemas dan kesulitan bernapas.

Dalam beberapa kasus, infeksi akibat pneumonia berjalan mungkin tidak memerlukan perawatan selain istirahat. Tapi yang lebih umum, dokter selalu memberikan resep antibiotik yang harus dikonsumsi sekira 14 hari. Meski sudah tidak ada infeksi, tapi butuh waktu empat hingga enam minggu untuk membersihkan semuanya, dan pemberian antibiotik tersebut tidak pernah putus selama pemulihan.

(vvn)

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya