Tak Bisa Berdiri Lebih dari 3 Menit, Wanita Ini Bisa Pingsan Sampai 10 Kali Sehari

Pradita Ananda, Jurnalis
Senin 05 September 2022 07:00 WIB
Ilustrasi pingsan, (Foto: Freepik)
Share :

BEBERAPA orang terlahir atau tumbuh dewasa dengan mengidap alergi tertentu. Misalnya yang paling lumrah, alergi makanan seperti seafood, produk olahan susu, atau kacang-kacangan. Bisa juga alergi debu, suhu dingin, atau perubahan suhu ekstrim.

Namun alergi yang diidap Lyndsi Johnson, perempuan berusia 28 tahun di Maine ini bisa dibilang sangat unik. Lyndsi, seperti dikutip Newsweek, Senin (5/9/2022) mengidap alergi gravitasi.

Memiliki alergi terhadap gravitasi, membuat Lyndsi menghabiskan waktunya bahkan hampir 23 jam hanya di tempat tidur, tidak bisa berdiri tegak dan normal lebih dari tiga menit tanpa pingsan, dan bahkan bisa bolak-balik pingsan hingga 10 kali dalam satu hari.

Lyndsi harus duduk dengan menyilangkan kakinya, agar tidak membuat dirinya sakit. Ia hanya bisa berdiri untuk mandi dan makan.

Saya alergi terhadap gravitasi, ini kedengarannya gila tapi itu benar. Saya tidak bisa berdiri lebih dari tiga menit tanpa jatuh pingsan atau merasa sakit,” curhat Lyndsi.

“Saya merasa jauh lebih baik jika berbaring. Saya di tempat tidur sepanjang hari, hingga 23 jam dalam sehari,” sambungnya.

Lantas bagaimana awal kejadiannya?  Semua ini berawal pada Oktober 2015, kala itu Lyndsi merasakan sakit di perut dan punggungnya. Kemudian kondisinya makin memburuk dan berkembang jadi lebih parah dalam beberapa tahun, karena Lyndsi akhirnya juga mengalami muntah dan pingsan hingga 10 kali sehari.

Setelah bertahun-tahun bolak-balik ke dokter, pada Februari tahun ini, perempuan berambut hitam tersebut didiagnosis dengan sindrom takikardia postural (PoTS). Kondisi terjadinya peningkatan detak jantung abnormal yang terjadi setelah duduk atau berdiri, yang disebut Lyndsi sebagai alergi terhadap gravitasi.

(Foto: Lyndsi Johnson, SWNS/Zenger)

Sekarang, Lyndsi tengah menjalani pengobatan dan kondisinya sudah jauh lebih baik karena frekuensi pingsan yang bisa 10 kali dalam sehari kini berkurang hanya sekitar tiga kali sehari. Meski pun, untuk mobilitas sehari-hari, ia masih belum bisa terlalu aktif dan harus dibantu sang suami, James.

“Saya tidak bisa pergi keluar rumah, dan kondisi ini tidak ada obatnya tetapi saya sangat berterima kasih untuk James dan apa yang saya miliki sekarang,” tutupnya.

Merujuk pada keterangan di laman resmi Cleveland Clinic, PoTS seperti yang diidap Lyndsi biasanya menyerang wanita berusia 13 hingga 50 tahun. Rasionya di Amerika sendiri bisa dibilang tak sedikit, karena dialami sekitar 1 sampai 3 juta orang di AS.

Penyebabnya ternyata bisa bermacam-macam, penyakit virus, infeksi serius, kehamilan, atau trauma (contohnya cedera kepala). PoTS ini juga bisa dialami seseorang dengan riwayat mononukleosis atau orang dengan kondisi autoimun tertentu.

 BACA JUGA: Putri Diana Pernah Mengidap Bulimia Gara-Gara Sindiran Pangeran Charles, Gangguan Apa Itu?

BACA JUGA:Mengidap Emetophobia, Wanita Ini Tak Bisa Sentuh Anaknya yang Sedang Sakit

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya