SEBUAH video viral beredar, berisi edukasi mengenai gejala gangguan jiwa ringan. Video yang diunggah akun Tiktok @iikarahma itu mencoba merinci gejala gangguan jiwa tahap awal atau ringan.
Dalam video tampak seorang tenaga medis berjoget sambil memperlihatkan tulisan yang berkaitan dengan gejala gangguan jiwa. Menurut tulisan video itu, yang termasuk gejala awal gangguan jiwa, antara lain :
1. Mood mudah berubah
2. Malas mandi
3. Jadi pelupa
4. Sulit konsentrasi
5. Rebahan seharian tapi sulit tidur
6. Lebih introvert
Banyak netizen yang mengomentari video berdurasi 15 detik itu. Tak sedikit yang ketakutan karena memiliki ciri-ciri dari gejala awal gangguan jiwa.
@mozy*** "bro masa iya ane gangguan jiwa ringan."
@akang*** "Wah kaya nya saya punya gangguan jiwa ringan."
@niko_jun*** " lebih mirip kondisi karyawan kantor baru kena PHK drpd gangguan jiwa ringan."
@ntrc*** "Baknya kebanyakan wong indo akeh sing gangguan jiwa tahap ringan."
Meski begitu, seseorang tidak bisa melakukan self-diagnosis atau mendiagnosa diri sendiri. Hal ini diungkapkan oleh Psikolog dari Universitas Indonesia Kasandra A. Putranto.
Menurut Kasandra, mendiagnosa diri sendiri mengidap penyakit atau gangguan tertentu, misalnya gangguan jiwa merupakan sesuatu yang berbahaya.
"Menyebabkan kekhawatiran yang tidak perlu dan jika kekhawatiran memburuk maka dapat mengembangkan gangguan kecemasan," kata Kasandra.
Kasandra menambahkan, mendiagnosa diri sendiri juga dapat membuat seseorang tidak bisa mendapatkan penanganan yang tepat.
Bahkan, masalah lain yang bisa saja lebih serius menjadi tidak terdiagnosis karena terlalu fokus pada penyakit atau gangguan yang belum tentu diderita.
"Dengan mendiagnosa diri dengan penyakit atau gangguan yang tidak tepat, dia akan mencari treatment yang tidak tepat pula. Hal itu juga bisa menyebabkan masalah lain tidak terdiagnosis, misalnya dia tidak sadar kalau punya komorbid," ujar Kasandra.
Oleh karena itu, Kasandra mengatakan pentingnya menghindari self-diagnosis dengan langsung konsulitasi kepada psikolog atau psikiater dan menyampaikan keluhan yang dirasakan agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.
(vvn)
(Kemas Irawan Nurrachman)