3 Bahaya Kesehatan yang Mengintai karena Berbaring Terlalu Lama, Kaum Rebahan Wajib Baca!

Astri Lawrensia, Jurnalis
Selasa 30 Agustus 2022 16:30 WIB
ilustrasi rebahan, (Foto: Freepik)
Share :

BARU-baru ini pria bernama Zarco Pejanovic dari Montenegro mendadak viral karena mampu berbaring selama 60 jam nonstop, yang menjadikan dirinya menjuarai pada kompetisi “Lying Down Championship” yang rutin diselenggarakan setiap tahun di Desa Brezna.

Rebahan atau berbaring santai memang menyenangkan dan membuat nyaman. Tidak heran, banyak orang yang hobi melakukannya. Bahkan saat ini popular istilah ‘kaum rebahan’, karena semakin banyak orang yang lebih suka berbaring di tempat tidur daripada melakukan aktivitas fisik.

Namun patut diwaspadai, secara medis ternyata rebahan terlalu lama bisa berbahaya bahkan dapat menyebabkan beberapa komplikasi kesehatan. Apa saja ancaman kesehatan yang mengintai? Mari simak paparannya di bawah ini, seperti dilansir dari Healthdigest, Selasa (30/8/2022).

1. Memengaruhi kesehatan mental: Seperti dilansir Business Insider, berbaring di tempat tidur selama berhari-hari atau berbulan-bulan dapat meningkatkan peluang seseorang mengalami depresi atau kecemasan. Hal ini dibuktikan dalam studi tahun 2014, saat NASA merekrut 55 peserta untuk berbaring di tempat tidur dengan kepala miring ke bawah dan kaki terangkat ke atas selama 70 hari. Tujuannya untuk menguji bagian tubuh mana yang mungkin merespons pada periode imobilitas yang berkepanjangan selama perjalanan ruang angkasa. Hasilnya, selain efek samping fisik yang dialami, seperti kehilangan volume darah dan massa otot, salah satu peserta Drew Iwanicki, menyebut ada dampak signifikan yakni merasakan perubahan psikologis yang signifikan. Dirinya jadi terbiasa dengan keadaan antisosial yang terisolasi.

2. Memperburuk sakit punggung: Sangatlah normal ketika mengalami sakit punggung, kita beristirahat dan berbaring untuk mengurangi rasa sakitnya. Namun, secara medis, ternyata jika mengalami sakit punggung sebaiknya kita melakukan gerakan - gerakan kecil daripada harus berbaring dan diam saja. Dari penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, tim peneliti mendapati bahwa lebih banyak waktu yang dihabiskan untuk istirahat di tempat tidur, intensitas nyeri punggung akan lebih besar dan dapat menyebabkan cacat punggung.

3. Meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes: Menurut American College of Cardiology, menghabiskan terlalu banyak atau terlalu sedikit waktu di tempat tidur, bahkan jika itu untuk tidur, dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Dijelaskan bahwa tidur berlebihan atau berbaring terlalu lama dapat menyebabkan bahaya dan risiko yang tinggi untuk masalah jantung.

Data menunjukkan bahwa orang-orang yang tidur lebih dari delapan jam per malam memiliki risiko lebih besar terkena nyeri dada (angina) dan penyakit arteri koroner, suatu kondisi saat jantung tidak mendapatkan cukup darah dan oksigen karena penyempitan pembuluh darah. Selain itu, berbaring dan rebahan terlalu lama juga bisa meningkatkan risiko penyakit diabetes loh! Hal ini terungkap melalui studi tahun 2020 yang diterbitkan di BMJ Open, dengan hasil sebanyak 362 dari 17.000 orang dewasa paruh baya di Norwegia yang menghabiskan sembilan jam atau lebih sehari berbaring di tempat tidur mengembangkan dan membuat penyakit diabetes mereka semakin parah.

BACA JUGA:Kecanduan Judi Online? Waspada, Ini 5 Dampak yang Mengintai Kesehatan Mental!

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya