3 Perbedaan Keputihan Saat Mau Haid dan Hamil, Perempuan Wajib Tahu

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis
Senin 29 Agustus 2022 14:49 WIB
Ilustrasi (Foto:Womenshealthmagazine)
Share :

MENGULAS 3 perbedaan keputihan saat mau haid dan hamil yang belum banyak diketahui wanita. Keputihan adalah hal yang normal dialami perempuan. Cairan kental yang keluar dari organ intim perempuan ini berfungsi membersihkan kotoran dan menjaga kesehatan. Bila cairan tersebut sudah tidak lagi putih dan berbau, itu menjadi sinyal masalah kesehatan.

Selain dengan mengamati rupanya, kapan kita tahu kalau keputihan yang keluar normal? Perempuan perlu ingat bahwa siklus menstruasi bisa memengaruhi tipe cairan Miss V yang keluar selama beberapa waktu, begitu juga saat kehamilan.

Lantas, apa saja perbedaan keputihan saat mau haid dan hamil yang wajib diketahui para wanita? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan okezone berikut ini,

Seperti dilansir dari Everydayhealth, selama pubertas dan menopause, perempuan hidup dalam siklus menstruasi yang memengaruhi keputihan. Warna dan ketebalan cairan yang keluar bisa beragam, tergantung kadar hormon estrogen yang ada dalam tubuh.

Setelah menstruasi berakhir, cairan yang keluar biasanya berwarna putih dan tebal. Tapi sekira 14 hari setelah menstruasi berakhir, keputihan akan lebih bening dan berair serta elastis. Saat ovarium mengeluarkan sel telur selama pertengahan siklus menstruasi, tubuh perempuan akan menghasilkan lebih banyak cairan keputihan.

Sedangkan, keputihan selama kehamilan akan jauh lebih banyak daripada waktu di luar itu. Hal tersebut karena aliran darah yang lebih banyak ke area Miss V, termasuk produksi estrogen yang meningkat selama kehamilan. Ini akan berlangsung sampai waktu kelahiran datang.

Berikut  3 perbedaan keputihan saat mau haid dan hamil yang wajib diketahui dikutip dari berbagai sumber:

1. Warna keputihan yang berbeda

Seperti disebutkan di atas, warna keputihan umumnya berwarna bening maupun putih. Namun, warna itu akan berubah kekuningan saat hendak haid.

Sementara keputihan yang diindikasi sebagai tanda hamil warnanya cenderung putih susu. Akan tetapi jika keputihan yang muncul berwarna sedikit kehijauan, dan disertai bau tidak sedap maka menandakan adanya infeksi jamur di vagina.

2. Tekstur cairan keputihan

Tak hanya warna, tekstur cairan keputihan juga harus diperhatikan. Meski sedikit sulit dibedakan, tekstur keputihan sebagai tanda hamil berbeda dengan tekstur keputihan menjelang haid.

Tekstur keputihan sebagai tanda hamil memiliki kecenderungan lebih cair dan lengket. Sementara keputihan menjelang haid teksturnya cenderung cepat menyerap ke pantyliner dan tidak lengket.

3. Waktu kemunculan keputihan

Waktu kemunculan keputihan juga dapat dijadikan tanda datangnya waktu haid atau tanda awal kehamilan. Sebab, keputihan sebagai tanda hamil umumnya muncul 1-2 minggu setelah pembuahan dan volumenya akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.

Sementara keputihan sebagai tanda haid berlangsung saat memasuki masa ovulasi. Yakni, proses ketika sel telur yang sudah matang keluar dari ovarium dan masuk ke tuba falopi. Masa ovulasi adalah masa subur bagi seorang wanita.

Demikian 3 perbedaan keputihan saat mau haid dan hamil yang wajib diketahui para wanita.

(RIN)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya