AKTIVITAS pembelajaran tatap muka (PTM) masih terus berlanjut, di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih belum usai.
Meski demikian, menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), protokol kesehatan (prokes) berjalan cukup baik hingga sekarang. Menurut laporan KPAI, hampir semua sekolah di Indonesia menerapkan protokol kesehatan di sekolah.
Prokes itu dijalankan dengan cukup baik oleh siswa, guru, karyawan, maupun pihak di sekitar sekolah. Meski memang, di sisi lain tak bisa dipungkiri banyak pedagang di area sekitar sekeliling sekolah yang tak mengenakan masker saat menyajikan makanan kepada siswa.
Terkait penggunaan masker saat di sekolah, Spesialis Anak, dr. Yogi Prawira, SpA(K),mengimbau kepada pihak sekolah untuk tidak membiarkan anak murid makan bersama di dalam kelas, apalagi jika ruangan kelasnya tidak berventilasi dengan baik.
"Saat makan siang bersama, pastikan para murid itu makan di luar ruangan seperti di kantin misalnya atgau pun kalau makan di dalam kelas, pastikan jendela terbuka semuanya, sehingga terjadi sirkulasi udara yang baik," terang dr. Yogi dalam webinar PB IDI, baru-baru ini.
"Ini penting untuk dilakukan karena ancaman Covid-19 masih ada hingga sekarang dan anak-anak pun menjadi target virus tersebut. Bahkan, anak-anak termasuk dalam kelompok rentan, terlebih mereka yang tidak eligible (belum bisa) menerima vaksin," tambah dr. Yogi.
Mengingat rata-rata jam belajar anak sekolah bisa lebih dari empat jam, dr. Yogi menyarankan agar para orang tua membekali masing-masing anak-anaknya dengan masker cadangan yang baru sebagai masker tambahan di tas mereka.
Ini berkaitan dengan upaya memastikan anak Anda kecil kemungkinannya terpapar Covid-19 saat bersekolah.
"Kami masih sepakat bahwa, masker medis adalah masker yang direkomendasikan untuk dipakai anak-anak saat bersekolah, dan masker medis itu perlu diganti 4 jam sekali, karena ada fungsi filtrasi di sana," tegasnya.
Fungsi filtrasi yang ada pada masker, demi memastikan virus kecil kemungkinannya untuk masuk ke dalam saluran pernapasan. Ketika masker sudah dipakai lebih dari empat jam, fungsi filtrasi tersebut diyakini sudah menurun, karena masker sudah lembap.
Maka dari itu, penting untuk anak-anak yang sekolah dan jam sekolahnya lebih dari empat jam untuk dibekali masker tambahan oleh orang tuanya agar saat di sekolah bisa mengganti masker yang lama dengan yang baru.
"Hal simpel ini kerap diabaikan oleh orang tua. Padahal, ketika si anak pakai masker dari awal berangkat sekolah hingga pulang lagi, masker dipastikan tidak efektif menjaga dia dari paparan virus," tambah dr. Yogi yang juga merupakan Ketua Satgas Covid-19 IDAI tersebut.
Terakhir, dr.Yogi berpesan kepada orang tua, guru, dan karyawan di sekolah untuk disiplin juga menggunakan masker, sehingga bisa dilihat dan dicontoh langsung oleh anak-anak murid.
"Ketika lingkungan sekolahnya disiplin mengenakan masker, anak pun akan mencontoh hal baik tersebut. Sehingga penggunaan masker bukan hanya sekedar aturan yang harus ditaati, tapi menjadi bagian dari kehidupan berdampingan dengan Covid-19," pungkas dr. Yogi
(Rizky Pradita Ananda)