MINUMAN ringan seperti soft drink memang menyegarkan, tak heran disukai oleh banyak orang dan jadi pilihan sebagai minuman pelega dahaga.
Namun kesukaan akan minuman ringan kalengan dari seorang wanita bernama Carole Lamond satu ini, sudah another level. Bagaimana tidak? Wanita berusia 57 tahun ini mampu menghabiskan USD3600 atau sekira Rp65 juta dalam setahun hanya untuk membeli minuman kaleng soift drink, Irn-Bru yang ia minum 20 kaleng per harinya, seperti dikutip Newsweek, Kamis (4/8/2022).
Carole Lamond pertama kali kecanduan minum minuman bersoda ketika usianya masih kepala 2, saat dirinya masih bermukim di Glasgow, Skotlandia, sebelum akhirnya ia pindah ke London, Inggris. Lamond sempat pindah ke London untuk beberapa tahun, namun ketika kembali ke negara asalnya sekitar 25 tahun yang lalu, dia kembali mulai meneguk beberapa kaleng Irn-Bru setiap hari.
"Di rumah selalu ada minuman ini sejak saya masih kecil karena ibu saya akan meminumnya. Bagaimanapun, minuman itu adalah minuman nasional di Skotlandia. Tetapi ketika saya pindah ke London selama beberapa tahun lamanya, saya tidak bisa mendapatkannya,” curhat Lamond.
Dia mengaku, awalnya kebiasaan minum beberapa kaleng setiap harinya karena dia menyukai rasanya. Lama kelamaan, ia merasa dirinya mulai kecanduan.
“Saya mencoba untuk mengurangi, mulai merasa sakit kepala yang melumpuhkan. Saya menunjukkan semua gejala pecandu,” imbuhnya.
Kecanduannya semakin parah selama lockdown pandemi berlangsung, karena Lamond bekerja dari rumah. Dihitung dari pagi hingga sebelum tidur, ia meneguk 20 kaleng minuman tersebut dan kebiasaan buruk ini berlanjut terus selama pandemui.
Akhirnya, selama dua tahun pandemi Covid-19 ini, disebutkan Lamond sudah menengguk hampir 15.000 kaleng, yang artinya 94.000 gram gula dan 450.000 miligram kafein. Bahkan ia sengaja menyembunyikan stok minuman kaleng itu di garasi, mobil dan lemari, agar sang suami tidak mengetahuinya.
"Saya diam-diam ke tempat pembuangan sampah untuk membuang kaleng kosong, saya seperti pecandu narkoba yang mencoba menyembunyikan masalah. Itu memalukan, tetapi saya tidak bisa berhenti." ujar Lamond.
Sampai akhirnya, Lamond tumbang dan harus dirawat di rumah sakit pada bulan Juni lalu setelah mengalami pusing, pingsan, dan jantung berdebar. Ia juga harus menjalani pemeriksaan CT scan untuk melihat apakah dirinya mengidap tumor otak.
Saya bahkan menjalani pemindaian tumor otak yang cukup menakutkan, tetapi saya tahu bahwa kebiasaan saya meminum Irn-Bru adalah penyebabnya,” aku Lamond.
Dirawat di rumah sakit gara-gara kecanduan soft drink, sukses membuat Lamond jera. Wanita berambut pirang ini akhirnya meminta bantuan terapis dan ahli hipnotis di London, Dr. David Kilmurry untuk menyembuhkan kecanduannya.
Dokter menyarankan langkah awal yang harus Lamond lakukan adalah dengan mengurangi minum hanya satu kaleng sehari. Setelah sesi hipnoterapi penuh, akhirnya Lamond berhasil tidak menyentuh sama sekali minuman soft drink tersebut, paska kecanduan selama 25 tahun.
"Saya sangat skeptis pada awalnya, karena saya tidak pernah benar-benar percaya pada hipnoterapi. Tetapi saya bersedia mencoba apa pun, dan luar biasa itu berhasil untuk saya. Sekarang aku hanya tidak ingin pergi ke dekat Irn-Bru, bahkan baunya membuatku mual dan mual,” tandas Lamond.
(Rizky Pradita Ananda)