MESKIPUN ganja memabukkan dan jadi salah satu jenis narkoba, namun ganja tak selamanya negatif. Rupanya ekstrak ganja bisa mengurangi nyeri akibat kekakuan otot bagi penderita multiple sclerosis.
Multiple sclerosis merupakan gangguan saraf pada otak, mata, tulang belakang. Jadi Multiple sclerosis bisa menimbulkan gangguan pada penglihatan dan gerakan tubuh.
Multiple sclerosis menyebabkan gangguan komunikasi antara otak dan seluruh tubuh. Oleh karena itu harus ditangani segera agar tidak terjadi kerusakan saraf permanen.
Lalu apa saja gejala Multiple sclerosis?
1. Kelelahan: berupa kelelahan fisik dan mental yang tidak hilang dengan tidur atau istirahat
2. Gejala yang berhubungan dengan otot: Gangguan komunikasi saraf dapat menyebabkan kelemahan, tremor, dan spastik (kondisi otot menegang atau mengencang), yang pada memburuk hingga memerlukan penggunaan alat bantu seperti tongkat atau kursi roda
3. Gejala usus dan kandung kemih: Sering buang air kecil, urgensi atau keraguan berkemih, inkontinensia, konstipasi, dan/atau infeksi saluran kemih
4. Gangguan kognitif: Terkait dengan masalah memori jangka pendek, kesulitan berkonsentrasi, masalah pencarian kata, dan masalah pemrosesan sensorik yang terjadi pada sekitar 50% kasus
5. Turunnya fungsi seksual: kesulitan mempertahankan ereksi, ketidakmampuan untuk orgasme, kehilangan hasrat, sensasi berkurang atau tidak nyaman di vagina, hingga kekeringan pada vagina
6. Masalah penglihatan: terjadi saat gejala awal yang disebabkan oleh neuritis optik (kerusakan saraf optik). Gejala ini dapat menyerang satu atau kedua mata dan termasuk nyeri saat melakukan gerakan mata, kehilangan penglihatan warna, bintik-bintik buta, dan fotopsia
BACA JUGA:Ketahui Pengobatan untuk Penyakit Multiple Sclerosis
7. Vertigo: sensasi seakan berputar dapat terjadi akibat kerusakan terkait MS pada batang otak (yang menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang), lesi di otak kecil, atau gerakan mata abnormal yang disebut nistagmus
8. Nyeri dan gejala sensorik lainnya: sengatan saraf listrik, mati rasa dan kesemutan, rasa tertusuk, robek
9. Nyeri saraf: nyeri neuropatik, sangat sulit terbayangkan jika belum pernah merasakannya
10. Masalah menelan (disfagia): tersedak atau batuk dapat terjadi saat makan atau minum
11. Kesulitan pernapasan: napas dangkal, sesak napas, cegukan, batuk, dan sering mendesah dapat disebabkan oleh kelemahan otot
12. Gangguan pendengaran: penurunan pendengaran atau kehilangan pendengaran mempengaruhi sekitar 6% orang penderita
13. Kejang
14. Depresi
Gejalanya sangat banyak dan menyakitkan. Penyakit ini harus diobati oleh dokter yang sangat ahli.
(Dyah Ratna Meta Novia)