Bahas Kesehatan Seksual dan Reproduksi Bareng Astrid 'Tabu'

Tim Okezone, Jurnalis
Selasa 19 Juli 2022 14:58 WIB
Astrid @tabu.id (Foto: BuddyKu)
Share :

ISU kesehatan seksual tidak bisa disangkal, memang masih tabu di kalangan masyarakat Indonesia. Padahal isu ini sangat penting untuk menjadi pilar tumbuh dan berkembang sang anak.

Melihat situasi ini, Astrid dari akun @tabu.id tergerak untuk berbagi ceritanya dan rajin membuat konten di sosial media yang khususnya untuk mengedukasi pelajar di Indonesia tentang kesehatan seksual.

“Kita sebagai orang muda pada saat itu bingung harus bertanya ke mana saat ada masalah kesehatan seksual dan reproduksi. Nanya ke teman juga malu dianggap gak nyaman, dianggap orang nakal. Dari keresahan inilah kita membahas hal tabu yang topiknya tentang kesehatan seksual dan reproduksi.” kata Astrid, Direktur Departemen Program @tabu.id, saat diwawancara oleh tim BuddyKu.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan seksual adalah kondisi di mana fisik, mental, dan keadaan sosial dalam hubungan ke seksualitas. Jadi, seseorang bisa dikatakan sehat secara seksual jika dirinya bisa memilih pasangan seksualnya, merasakan kenikmatan seksual, dan terbebas dari risiko kehamilan yang tidak direncanakan dan infeksi menular seksual, dan bebas dari segala paksaan dan kekerasan seksual.

Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa 5 persen pelajar usia 12 sampai 19 tahun sudah melakukan hubungan seksual (WHO, 2015). Dari jumlah tersebut, 83 persen sudah melakukan hubungan seksual sebelum berusia 14 tahun. Hanya 34 persen di antaranya yang dilaporkan menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual yang terakhir, yang mana dikatakan sebagai perilaku seksual yang beresiko.

Indonesia juga merupakan salah satu negara dengan angka kehamilan tidak diinginkan yang tertinggi di Asia Tenggara menuut catatan data WHO tahun 2017.

Astrid berharap dengan adanya @tabu.id ini mampu menciptakan remaja dan orang muda yang terbuka dan terdidik terkait dengan kesehatan seksual dan reproduksi. Sebab banyak orang yang masih takut bicara, bertanya, sekedar sharing atau diskusi secara terbuka terkait hal kesehatan seksual dan reproduksi.

“Dengan budaya Indonesia sekarang, banyak remaja yang takut untuk nanya ke guru atau orang tua. Jadinya akan lebih baik kalau kita bikin ruang atau wadah untuk kita bisa saling sharing dan diskusi tanpa judgement dan tanpa harus merasa takut,” tandas Astrid

BACA JUGA:5 Manfaat Biji Chia untuk Kesehatan Tubuh, Bisa Kontrol Gula Darah

BACA JUGA:Tips Menjaga Kesehatan Mental ala Psikolog Klinis, Dicoba Yuk

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita Women lainnya