Ngeri, Perenang Ini Tewas Mengenaskan Usai Terinfeksi Amoeba Pemakan Otak

Nurul Fitriyah, Jurnalis
Selasa 19 Juli 2022 01:02 WIB
Danau lokasi seorang perenang terinfeksi amoeba pemakan otak berujung kematian (Foto: News.com.au)
Share :

SEORANG perenang yang mengunjungi pantai populer di Missouri, Amerika Serikat telah dirawat karena terinfeksi amoeba pemakan otak, namun nahasnya sang perenang yang tak diungkap identitasnya itu telah meninggal secara tragis karena infeksi mengerikan.

Korban terinfeksi amoeba pemakan otak, Naegleria Fowleri saat mengunjungi pantai di danau Three Fires State Park sebelum didiagnosis.

"Sayangnya, pasien meninggal karena meningoensefalitis amoeba primer," kata juru bicara Missouri DHSS, Lisa Cox, melansir News.com.au.

“Meski terjadinya infeksi Naegleria Fowleri sangat jarang, sekali terinfeksi biasanya berakibat fatal,” tambah Lisa.

(Foto: News.com.au)

Akibat kasus ini, pantai itu langsung ditutup sementara sebagai tindak pencegahan.

"Penutupan itu merupakan tindakan pencegahan terhadap infeksi yang dikonfirmasi dari Naegleria Fowleri di seorang penduduk Missouri dengan potensi paparan baru-baru ini saat berenang di pantai," kata pejabat Iowa dalam sebuah pernyataan.

Naegleria Fowleri, merupakan amoeba hidup bebas bersel tunggal mikroskopis yang dapat menyebabkan meningoensefalitis primer atau PAM yang menghancurkan jaringan otak, lalu menyebabkan pembengkakan otak yang parah dan kematian dalam banyak kasus.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyatakan, amoeba dapat ditemukan di tanah dan air tawar hangat seperti danau, sungai, dan mata air panas. Selain itu juga dapat ditemukan di kolam yang tidak diklorinasi atau yang tidak dirawat.

Masih menurut CDC, terdapat 31 infeksi sejak tahun 2012 hingga 2021. Gejala pertama termasuk sakit kepala, demam, mual atau muntah sekitar lima hari setelah terinfeksi.

Gejala selanjutnya adalah leher kaku, kebingungan, kurang memperhatikan orang dan sekitarnya, kehilangan keseimbangan, kejang dan halusinasi.

Kematian dapat terjadi sekitar lima hari setelah gejala semakin parah. Saat ini, CDC sedang memeriksa danau guna menyelidiki keberadaan parasit mengerikan itu.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya