KABAR terbaru datang dari Singapura yang melaporkan kasus terbaru lokal terkait cacar monyet lagi. Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Kesehatan (MOH) yang mengkonfirmasi bahwa itu merupakan kasus lokal kedua.
Gejala aneh ditemukan yaitu pasien mengalami ruam di daerah perianal atau area tubuh di sekitar anus, pada 6 Juli. Kemudian demam pada 11 Juli dan mencari perawatan medis pada 13, akhirnya dirawat di NCID pada hari yang sama.
"Dia saat ini dirawat di National Center for Infectious Diseases (NCID) dan kondisinya stabil," kata Depkes dilansir CNA, Kamis (14/7/2022).
Pasien merupakan warga negara Inggris berusia 48 tahun yang tinggal di Singapura. Dia dinyatakan positif cacar monyet pada hari Rabu kemarin.
Lebih lanjut, Kemenkes mengatakan bahwa pelacakan kontak sedang berlangsung. Menambahkan bahwa kasus ini tidak, terkait dengan kasus cacar monyet sebelumnya diumumkan.
Perlu diketahui, di mana dari antara lima kasus cacar monyet di Singapura sejak Juni, ada tiga di antaranya adalah kasus impor dan dua kasus lokal. Infeksi lokal pertama di negara itu, dilaporkan pada 6 Juli, seorang pria Malaysia berusia 45 tahun yang tinggal di Singapura.
Cacar monyet sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus cacar monyet. Biasanya merupakan penyakit yang terbatas di mana orang yang terinfeksi pulih dalam 14 hingga 21 hari.
BACA JUGA:Rusia Laporkan Kasus Pertama Cacar Monyet, Pasien Punya Riwayat Perjalanan Keliling Eropa
"Penularan terjadi bila seseorang melakukan kontak dekat dengan virus melalui hewan yang terinfeksi, orang terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi," kata Depkes Singapura.
(Dyah Ratna Meta Novia)