PENELITIAN terbaru dilakukan untuk mengetahui suhu air di Laut Mediterania yang mengalami gelombang panas lebih tinggi dibanding tahun 2005 silam.
Hasil penelitian menunjukkan, suhu air di Laut Mediterania pada Mei 2022 mencapai empat derajat celcius lebih tinggi saat periode gelombang panas menghantam perairan itu.
Lebih lanjut, penelitian terbaru itu menyebut suhu air di Laut Mediterania selama periode gelombang panas telah mencapai puncak, yakni lebih dari 23 derajat celcius
Melansir dari ANTARA, penelitian mengenai Laut Mediterania itu dihasilkan melalui proyek CAREHeat yang dilakukan oleh sejumlah lembaga sains di Italia.
Mulai dari Badan Nasional untuk Teknologi Baru, Energi, dan Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan (ENEA) hingga Dewan Riset Nasional (CNR) Italia, ikut berpartisipasi dalam proyek CAREHeat itu.
Dengan kondisi suhu air di Laut Mediterania yang mencapai puncak, penelitian itu menyebut dampak buruk yang berlangsung untuk Italia.
Senada dengan penelitian itu, kelompok lingkungan Greenpeace juga menyebut suhu air yang meningkat akan membuat dampak buruk bagi keanekaragaman hayati di sekitar pantai Italia.
Bahkan, beberapa spesies rentan telah dilaporkan menghilang dari kawasan laut Italia.
Setelah menghilang itu, sejumlah spesies baru yang lebih cocok berada di perairan hangat mulai terlihat berkembang biak.
Meski demikian, keberadaan spesies baru justru dianggap berbahaya bagi keberlangsungan ekosistem di sekitar laut Italia.
Selain itu, Italia saat ini juga sedang bergumul dengan gelombang panas di daratan.
Seiring dengan datangnya gelombang panas, masyarakat Italia meminta keadaan darurat di tengah dan utara.
Paling utama yang terdampak, tentu produksi pertanian di berbagai wilayah di Italia.
(Kurniawati Hasjanah)