SUBVARIAN baru BA.4 dan BA.5 dikatakan hadir dengan kemampuan, bisa menghindar atau mengelabui sistem kekebalan tubuh (escape imunity).
Ini artinya, setiap orang berisiko lebih besar untuk terinfeksi Covid-19 dari varian BA.4 dan BA.5.
Disampaikan dokter spesialis paru, dr. Erlina Burhan, SpP(K), salah satu langkah antisipasi yang bisa dilakukan masyarakat adalah segera dapatkan vaksinasi Covid-19, agar bisa meminimalisir perburukan bila terinfeksi.
"Sekali lagim, vaksin membuktikan kepada kita bahwa bisa melindungi diri dari perburukan dan hospitalisasi bila terinfeksi Covid-19," kata dr.Erlina dalam webinar Waspada Omicron Subvarian BA.4 dan BA.5 dalam Masa Transisi Menuju Endemi, baru-baru ini.
Seiring dengan karateristik subvarian BA.4 dan BA.5 yang bisa menghindar dari sistem kekebalan tubuh, dr. Erlina mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Baik ketika di dalam ruangan, atau pun di luar ruangan yang padat orang.
Mengingat subvarian dari Omicron ini cepat menular dengan masa inkubasi yang relatif singkat.
"Masa inkubasinya cepat satu sampai tiga hari langsung bergejala, tapi nggak perlu khawatir karena recoverynya juga cepat,” tambahnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data cakupan vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang disampaikan oleh dr.Erlina, vaksin dosis pertama sudah mencapai 95,90 persen atau 199.719.672 dosis dan vaksin dosis dua sebanyak 79,90 persen atau 166.408.403 dosis.
Sementara cakupan vaksin dosis tiga atau booster baru di angka 20,65 persen atau 43.016.550 dosis.
BACA JUGA:Varian BA.4 dan BA.5 Gampang Menular, Epidemiolog: Disiplin Pakai Masker!
BACA JUGA:Berapa Lama Masa Inkubasi Varian BA.4 dan BA.5?
(Rizky Pradita Ananda)