CACAR monyet tengah mengintai perhatian dunia saat ini, di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Menurut CDC, saat ini sudah ada sekitar 1200 kasus di hampir 30 negara non-endemik.
Gejala cacar monyet sendiri mulai dari demam, sakit kepala, nyeri punggung dan otot, kedinginan dan kelelahan, dan, yang paling khas, yakni lesi ruam seperti cacar. Ruam ini biasanya muncul antara satu dan tiga hari setelah demam dan umumnya berkembang dari wajah ke seluruh tubuh sebelum akhirnya hilang setelah sekitar dua pekan.
Menariknya, tidak semua orang yang terinfeksi cacar monyet mengalami luka di sekujur tubuhnya, seperti orang yang terkena cacar air. Dalam beberapa kasus, pasien bisa saja hanya punya satu atau dua luka kecil.
Meskipun lesi ini umunya tidak gatal seperti cacar air, Andrea McCollum, tim epidemiologi poxvirus yang memimpin divisi patogen dan patologi konsekuensi tinggi CDC, mengatakan lesi cacar monyet ini umumnya terasa menyakitkan.
"Lesi itu sendiri sering digambarkan sebagai sangat menyakitkan dan gatal, terlepas ada di bagian mana di tubuh. Hanya selama fase penyembuhan, ada pengerasan kulit dan kulit beregenerasi sedikit,” kata Andrea.
Lesi cacar monyet juga bisa memicu terjadinya hipo atau hiperpigmentasi dan jaringan parut. Selain itu, lesi dari penyakit satu ini juga bisa berubah menjadi bekas luka keloid. Luka keloid sendiri merupakan bekas luka yang bisa timbul membesar, mengilap, keras, kenyal, dan bisa berubah warna. Awalnya berwarna merah atau ungu lalu berubah menjadi coklat atau pucat.
“Bekas luka itu bukan cacar monyet itu sendiri, tapi ketika lesi cacar ini mulai bercucuran dan pecah,. Kemudian ada infeksi bakteri sekunder yang umumnya menyebabkan jaringan parut,” kata Profesor Paul Hunter ahli epidemiologi di Universitas Inggris, seperti dikutip Newsweek, Jumat (10/6/2022).
Bekas luka keloid sendiri bisa diobati, contohnya dengan suntikan steroid, pengaplikasian tape steroid atau lembaran gel silikon hingga nitrogen cair untuk membekukan bekas luka keloid agar berhenti berkembang.
(Rizky Pradita Ananda)