Bisakah Virus Cacar Monyet Menular dari Ibu Hamil ke Bayinya? Kemenkes Bilang Begini

Tim Okezone, Jurnalis
Rabu 08 Juni 2022 18:33 WIB
Ilustrasi Ibu Hamil. (Foto: Shutterstock)
Share :

VIRUS cacar monyet merupakan salah satu virus langka yang menginfeksi manusia dan berasal dari hewan. Namun, virus ini bermutasi dan memungkin adanya penularan dari manusia ke manusia.

Melansir situs Kementerian Kesehatan (Kemenkes), risiko penularan manusia ke manusia sangat mungkin. Karena itu, perlu tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya penyebaran di Indonesia.

Memang, pada awalnya penyakit ini ditularkan oleh virus dari hewan seperti monyet dan hewan pengerat (rodent) melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau lesi kulit hewan yang terinfeksi. Selain itu, mengonsumsi daging hewan liar yang terkontaminasi (bush meat) juga bisa menyebabkan kita terpapar virus cacar monyet.

Virus cacar monyet dapat ditularkan ke manusia ketika ada kontak langsung dengan hewan terinfeksi (gigitan atau cakaran), pasien terkonfirmasi cacar monyet, atau bahan yang terkontaminasi virus (termasuk pengolahan daging binatang liar).

"Masuknya virus adalah melalui kulit yang rusak, saluran pernapasan, atau selaput lendir seperti mata, hidung, atau mulut," papar keterangan Kemenkes.

Sementara untuk penularan antar-manusia bisa terjadi melalui kontak dengan sekresi pernapasan, lesi kulit dari orang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi. "Tenaga kesehatan, orang yang tinggal serumah dan kontak erat lain merupakan orang yang berisiko tinggi," jelas Kemenkes.

"Penularan juga terjadi melalui plasenta dari ibu ke janin atau kontak selama persalinan. Penularan seksual masih belum jelas sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan," tambah keterangan tersebut.

Sekadar informasi, negara di luar Afrika yang tercatat pernah muncul kejadian luar biasa cacar monyet adalah Amerika Serikat (2003), Inggris, Israel (2018) dan Singapura (2019).

Pada tanggal 7 Mei 2022 Inggris Raya telah melaporkan ke WHO adanya 1 (satu) kasus cacar monyet pada warga Inggris yang memiliki perjalanan ke Nigeria. Pada tanggal 29 April 2022 bergejala dan tiba di Inggris pada 4 Mei. Telah dilakukan isolasi dan karantina kontak selama 21 hari.

Pada tanggal 13 Mei 2022 melaporkan adanya 2 kasus konfirmasi dan 1 (satu) probable cacar monyet pada sebuah keluarga. Pada tanggal 15 Mei 2022, dilaporkan kasus kluster yaitu 4 kasus konfirmasi dengan gejala ruam vesicular yang dilaporkan dari pasien yang berkunjung ke sexual health service. Belum ada sumber infeksi yang dikonfirmasi.

Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, penularan diperoleh secara lokal di Inggris. Tingkat penularan lokal tidak jelas pada tahap ini dan masih memerlukan investigasi lebih lanjut. Pemerintah setempat telah melakukan isolasi dan karantina. Pada 18 Mei 2022 CDC juga melaporkan 1 kasus warga Amerika yang bepergian dari Kanada.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya