KEHADIRAN Presiden Jokowi selama tiga hari di Kota Ende Flores, Nusa Tenggara Timur membuat kota kelahiran Pancasila tersebut penuh semarak. Ribuan masyarakat terlihat memenuhi sudut kota Ende saat Parade Kebangsaan digelar dalam rangkaian peringatan hari Pancasila pada Rabu (1/6/2022).
Geliat pariwisata mulai terlihat dari penuhnya kamar hotel, atraksi kebudayaan, hingga produk ekraf yang disajikan. Direktur Utama BPOLBF ( Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores) Shana Fatina mengatakan hal ini tentunya menjadi momentum kebangkitan pariwisata di Ende dan Pulau Flores pada umumnya.
Terlebih, kata Shana, tingkat vaksinasi semakin tinggi dan Presiden Jokowi telah mengizinkan membuka masker pada kegiatan di ruang terbuka. Wisatawan pun semakin percaya diri untuk melakukan perjalanan untuk mengunjungi berbagai destinasi di seluruh penjuru dunia.
BACA JUGA:Masyarakat Adat Akhirnya Restui Pembangunan Ekowisata Hutan Bowosie Labuan Bajo
"Tentunya ini menandakan kegiatan kebudayaan, festival, dan aktivitas wisata sudah bisa dilakukan dengan semakin optimal," ujar Shana di Labuan Bajo, dikutip dari siaran pers yang diterima MNC Portal, Rabu (8/6/2022)
Pihak BPOLBF selalu mendukung rangkaian parade kebangsaan, mengingat event ini juga masuk dalam Kharisma Event Nusantara 2022. Kemudian, secara khusus, pihaknya siap membantu persiapan untuk kunjungan Presiden Jokowi yang berkaitan dengan penguatan Ende sebagai Bumi Pancasila serta pengembangan wisata dan ekraf minat khusus dengan Kelimutu Geopark.
Shana menjelaskan, Ende sendiri sudah masuk ke dalam Key Tourism Area Kelimutu-Ende dalam rencana ITMP (Integrated Tourism Master Plan) Flores. Sejak 2020, pihak BPOLBF pun telah memperkenalkan Ende dengan dua branding utama, yaitu Bumi Pancasila Ende dan Geopark Kelimutu.
Kelimutu termasuk persiapan menuju Geopark, penguatan sarana prasarana, ekosistem desa wisata pendukung (ada 8 desa di sekitar), penguatan travel pattern wisata trekking dan pembukaan jalur wisata baru termasuk produk-produk ekraf kerjasama dengan komunitas di sekitar moni dan detusoko.
BACA JUGA:Labuan Bajo Siap Jadi Tuan Rumah Event Internasional, Sandiaga Uno: Infrastruktur Banyak Perubahan
Sementara untuk Bumi Pancasila, termasuk rencana penataan kawasan jalur napak tilas Bung Karno di Ende, mulai dari taman renung, pantai kota raja (sudah ditata), rumah pengasingan, serambi Soekarno dengan SVD Katedral Ende, dan lainnya.
Jalur tersebut, kata Shana, akan dibangun trail khusus wisata sejarah dan ideologi, sebagai dasar negara dan kebanggaan Bangsa Indonesia. Sehingga, pola perjalanan wisata di Ende bisa ditingkatkan minimal menjadi 3 hari 2 malam dengan berbagai aktivitas tersebut.
"Untuk mendukung ini, kami berkolaborasi dengan Komunitas Ende Sare, masyarakat Ende pemerhati pariwisata, juga menyusun coffee table book Ende sebagai kesatuan informasi dan foto-foto destinasi Ende," jelas Shana Fatina.
Selain itu, lanjut Shana, berdasarkan pola kerjasama MoU BPOLBF dengan Pemkab Ende, fokus pengembangan pariwisata ekraf telah terintegrasi di Kabupaten Ende, yang merupakan bagian dari travel pattern besar Labuan Bajo Flores. Hal tersebut meliputi lima poin, pertama adalah koordinasi sinergi program dan travel pattern.
Kedua, pemberdayaan masyarakat, seperti program pelatihan ekraf lokal, peningkatan kapasitas pengelolaan desa wisata, dan promosi parekraf masyarakat. Ketiga, pemasaran produk tematik Ende melalui Famtrip, materi promosi, konten video, dan sosal media BPOLBF, serta pameran parekraf di target pasar Jakarta, Bandung, Surabaya, dan lainnya.
Keempat, peningkatan produk pariwisata di Kelimutu, Desa Nggela, Desa Detusoko Barat, Desa Wologai Tengah, Desa Woloara, Desa Wolotopo Timur. Dan terakhir, mendukung Victory Ekraf NTT sebagai pasar ekraf lokal Moni yang mengakomodir produk-produk NTT. Dengan sederet upaya tersebut, diharapkan, Ende bisa ikut berkontribusi dalam membangkitkan pariwisata Flores.
(Salman Mardira)