Viral Wisatawan Kena Tarif Rp100.000 ke Gumuk Pasir, Ini Tanggapan Pokdarwis Parangtritis

Erfan Erlin, Jurnalis
Kamis 02 Juni 2022 10:49 WIB
Wisatawan kena tarif Rp100.000 ke Gumuk Pasir (dok TikTok @dwiriyantoo)
Share :

DESTINASI wisata di DI Yogyakarta kembali menjadi perbincangan di media sosial. Kali ini destinasi wisata Gumuk Pasir yang ada di Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Bantul. Hal itu setelah ada seorang wisatawan yang bercerita ditarik tarif Rp100.000 oleh pengelola Gumuk Pasir.

Ketua Pokdarwis Parangtritis, Tri Waldiyanto membenarkan jika ada ibu yang menawarkan karcis sebesar Rp100.000 kepada pengunjung atau pengunggah video tersebut. Itu merupakan harga paketan, di antaranya seperti parkir, kamar mandi dan juga untuk pengambilan gambar ataupun video di area gumuk pasir tersebut.

"Memang benar menawarkan karcis Rp100.000. Tetapi itu bukan parkir semata atau tarif masuk. Dan dalam video tersebut karcis yang ditunjukkan juga bukan sekedar karcis parkir namun karcis paketan,” kata dia.

BACA JUGA: Pesona Pulau Tinabo Destinasi Wisata Baru di Kepulauan Selayar, Bisa Lihat Bayi Hiu

Tarif paketan memang banyak diterapkan oleh kelompok-kelompok kerja (Pokja) yang ada di Parangtritis. Harga paketan juga tergantung pada kebijakan masing-masing Pokja.

Hanya saja, untuk paket foto preweding ada semacam keseragaman yang diterapkan oleh masing-masing pokja. Mereka menerapkan tarif foto preweding sebesar Rp50.000, dan beda lagi dengan tarif untuk produksi konten.

"Jadi memang beda besarannya. Tidak sama antarpokja, termasuk di lahan pribadi," kata dia. 

Lahan gumuk pasir memang ada dua, yaitu lahan pribadi dan lahan Sultan Ground. Untuk gumuk pasir yang berada di sisi timur dan utara kebanyakan memang masih milik lahan milik pribadi.

Sementara gumuk pasir sisi selatan adalah Sultan Ground. Pemilik lahan memperhitungkan berapa lama kendaraan tersebut akan terparkir.

Ia mencontohkan, jika pengunjung datang untuk melakukan foto prewedding, tentu akan membutuhkan waktu lama. Dan wanita itu merupakan salah satu pemilik lahan. Kepala Seksi Promosi dan Informasi Data Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi mengatakan, pihaknya telah melakukan klarifikasi terhadap pengelola Gumuk pasir.

Berdasarkan informasi yang ia peroleh dari pengelola, pengambil video tersebut datang berempat dengan menggunakan sebuah mobil.

"Pakaian mereka mirip dengan pakaian pengambilan foto preweding," ujar dia.

(Kurniawati Hasjanah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya