SEEKOR paus pembunuh yang terjebak di Sungai Seine, Prancis akan dipandu kembali ke laut dengan menggunakan suara orca.
Usai menggelar pertemuan dengan ilmuwan nasional dan internasional, otoritas lokal mengatakan pihaknya akan mengawasi paus pembunuh itu dari jauh dengan pesawat nirawak (drone) sambil memancarkan suara percakapan orca untuk memandu mamalia itu kembali ke laut.
Menurut pernyataan Prefektur Seine-Maritime di Twitter, Jumat, metode tersebut digunakan agar hewan itu tidak bertambah stres karena didekati kapal penyelamat dan agar tim penyelamat tidak terancam oleh bahaya.
Kesehatan paus pembunuh itu memburuk selama berada di air tawar setelah tersesat masuk ke sungai awal bulan ini dan berisiko mati.
Orca jantan sepanjang 4 meter itu pertama kali terlihat di muara Seine pada 16 Mei 2022 antara Pelabuhan Le Havre dan Kota Honfleur di Normandy. Dia lalu ditemukan puluhan kilometer dari hulu di bagian barat Kota Rouen.
Beberapa media Prancis menayangkan rekaman paus pembunuh itu di sungai, sirip punggungnya yang berwarna hitam putih terlihat saat muncul ke permukaan untuk menghirup udara.
Pada Mei 2021, seekor paus orca tersesat di Laut Mediterania, ribuan kilometer dari habitat aslinya di Samudera Pasifik. Ia terlihat di Prancis beberapa hari, tapi kemudian ilmuwan kehilangan jejak.
Mengutip dari Wikipedia, pau orca memiliki kulit hitam dengan bagian bawah putih dan bercak putih di dekat setiap mata.
Orca memiliki makanan yang beragam, meski beberapa populasi sering kali mengkhususkan diri pada jenis mangsa tertentu. Beberapa memakan ikan secara eksklusif, tapi yang lain ada yang berburu anjing laut dan spesies lumba-lumba lainnya.
Paus orca dikenal sebagai predator puncak, karena tidak ada hewan lain yang memangsa mereka.
(Salman Mardira)