KASUS cacar monyet di beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat (AS) tentunya mengkhawatirkan, apalagi penyakit ini mampu menular dengan mudah. Penyakit cacar monyet mengkhawatirkan, sebanyak 92 kasus telah dilaporkan ke Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan 28 lainnya dinyatakan suspek.
Awalnya, cacar monyet hanya terjadi negara-negara Afrika. Tapi, kini virus tersebut juga menyerang beberap negara Eropa bahkan mampir ke Amerika Serikat. WHO pun masih melakukan penelitian, kenala penyakit itu bisa mewabah, terlebih kebanyakan kasus di Inggris pasien tidak memiliki riwayat ke Afrika.
Lantas, apakah cacar monyet ini bisa menjadi pandemi berikutnya? Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman menjawab bahwa kemungkinan ini akan jadi pandemi sangatlah kecil. Kenapa begitu?
"Karena vaksinnya sudah ada dan banyak negara sudah memberikannya ke penduduk," ungkap Dicky pada MNC Portal, Senin (23/5/2022).
Karena vaksinnya sudah tersedia, lanjut Dicky, artinya imunitas atau kekebalan tubuh terhadap cacar sudah ada. Sedangkan, satu penyakit dikategorikan sebagai pandemi jika imunitas belum terbentuk di masyarakat.
"Dengan kata lain, dengan sendirinya potensi cacar monyet jadi pandemi menjadi sangat kecil," tegasnya.
Indonesia sendiri sudah memberikan vaksin cacar ke masyarakat. Vaksin tersebut bernama Varisela. Meski tidak spesifik untuk menangani cacar monyet, setidaknya vaksin tersebut dinilai masih efektif untuk mencegah jenis cacar apapun, termasuk cacar monyet.
Vaksin Varisela diberikan ketika bayi ataupun saat sudah dewasa. Saat bayi, menurut imbauan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin cacar diberikan mulai usia 12 bulan hingga 18 bulan dengan jeda 6 minggu sampai 3 bulan. Jadwal tetap sama meski si bayi sudah terinfeksi virus varicella-zoster (VZV) sebelumnya.
Namun, untuk anak usia di atas 12 tahun, IDAI menyarankan pemberian vaksin dua kali dengan jarak 4-8 minggu.
Sementara pada orang dewasa, vaksin cacar baru akan efektif menghasilkan antibodi yang kuat setelah imunisasi kedua sekitar 4-8 minggu dari imunisasi pertama. Vaksin cacar menjadi penting bagi orang dewasa yang tak pernah terinfeksi cacar air, karena jika terinfeksi bisa menyebabkan gejala yang parah.
(Martin Bagya Kertiyasa)