SEBANYAK 397 anak di Amerika Serikat mengalami sakit parah akibat Covid-19. Hal tersebut sesuai studi yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).
Sekitar 87% (397) anak-anak di AS dirawat di rumah sakit karena tidak divaksin. Studi tersebut selama periode varian Omicron mendominasi, pada 19 Desember 2021-28 Febuari 2022.
"Tingkat rawat inap terkait Covid-19 pada anak-anak berusia 5-11 tahun, dua kali lebih tinggi di antara anak yang tidak divaksinasi, dibandingkan di antara anak-anak yang divaksinasi," kata CDC AS dalam sebuah laporan dilansir Times of India, Kamis (21/4/2022).
Studi ini menganalisis data Covid-19 Associated Hospitalization Surveillance Network (COVID-NET), di antara 1.475 anak-anak AS berusia 5-11 tahun dirawat karena Covid-19 selama pandemi. "Tiga puluh persen anak-anak yang dirawat di rumah sakit tidak memiliki kondisi medis yang mendasarinya, dan 19% dirawat di unit perawatan intensif," kata studi tersebut.
Studi CDC menemukan bahwa selama gelombang Omicron, Covid-19 adalah alasan utama rawat inap anak-anak berusia 5-11 tahun sebanyak 73% kasus. Lebih rendah dari persentase rawat inap selama gelombang Delta.
Hasilnya dijelaskan, 33% dari anak-anak dirawat di rumah sakit, selama gelombang Omicron memiliki gangguan neurologis. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan, ketika masa Delta.
Sementara dalam semua gelombang Covid-19, sebanyak 32% anak-anak dirawat di rumah sakit berusia 5-11 tahun menderita Covid-19 parah, dan risiko keparahannya tinggi untuk anak-anak yang menderita diabetes dan obesitas.
Mengapa Anak di AS Mudah Terinfeksi Covid-19?
Program vaksinasi diluncurkan untuk anak-anak berusia antara 5-11 tahun, dimulai pada 2 November 2021, beberapa bulan sebelum gelombang Omicron melanda AS. Akhir Desember 2021, Omicron menjadi strain utama di AS.
BACA JUGA:Moderna Ajukan Penggunaan Vaksin Covid-19 untuk Balita
Momen tersebut, bertepatan dengan peningkatan pesat dalam rawat inap Covid-19 di antara semua kelompok umur, termasuk anak-anak berusia 5-11 tahun. Ditambah lagi, selama beberapa bulan pertama gelombang Omicron, 9 dari 10 anak di AS tidak divaksinasi Covid-19.
(Dyah Ratna Meta Novia)