PEMERINTAH telah menetapkan sejumlah pelonggaran di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya, tahun ini diperbolehkannya mudik dengan syarat vaksinasi booster.
Melihat antusiasme masyarakat yang tinggi, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan, pemerintah akan mendirikan posko-posko mudik dan juga vaksinasi.
Dalam pelaksanaannya, ia menerangkan jika pemerintah menyiapkan posko vaksinasi Covid-19 disetiap titik jalur transportasi, seperti darat, udara dan laut.
"Nantinya juga akan ada posko vaksinasi di titik transportasi, misalnya di Bandara, Terminal, Pelabuhan di Stasiun atau di jalur-jalur mudik lebaran," tutur dr Reisa dalam siaran sehat di YouTube RRI, Selasa (12/4/2022)
Dia menambahkan, bila prediksi jumlah pemudik tahun ini mencapai 85.000.000 orang yang melakukan mudik. Menurutnya selain memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk vaksinasi Covid-19, pemerintah juga mengejar pemerataan cakupan vaksinasi ke seluruh provinsi hingga daerah di Indonesia.
"Pada 10 April 2002 kemarin untuk yang nasional sudah mencapai 77,5% dan untuk dosis lanjut sudah 13% tapi ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Ternyata masih ada beberapa kabupaten kota itu belum mencapai 70%," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyinggung bahwa perkembangan kasus Covid-19 Indonesia telah mengalami perbaikan dengan menurunnya jumlah kasus hingga angka kematian. Dibalik penurunan ternyata virus Covid-19 melahirkan varian XE, sempat membuat heboh dunia.
Dengan itu ia mengimbau agar masyarakat tetap vaksinasi Covid-19 lengkap dan booster. "Meminimalisir resiko terinfeksi atau menularkan 19 apapun variannya mau kemarin ada omicron terus sekarang ada varian XE. Penting tetap waspada dan kunci pencegahannya," kata dr Reisa.
Dia menerangkan jika melakukan vaksinasi dikala puasa ramadan diperbolehkan. Hal tersebut berdasarkan Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 saat Berpuasa.
(Dyah Ratna Meta Novia)