ADA penyebab biduran di malam hari yang perlu diketahui secara umum. Biduran atau kulit kemerahan dan diikuti rasa gatal di malam hari bisa jadi hal itu disebabkan oleh biduran atau urtikaria.
Orang terkadang bingung membedakan gatal-gatal dengan kondisi kulit lain seperti eksim dan rosacea, tetapi yang membedakannya adalah penampilan dan penyebabnya. Biduran adalah jenis ruam spesifik yang disebabkan ketika jaringan di bawah permukaan kulit terisi cairan, menyebabkan benjolan merah, gatal, dan menonjol yang disebut weals (atau bekas).
Alergi adalah penyebab paling umum, tetapi gatal-gatal juga dapat terjadi karena infeksi, penyakit autoimun, atau perubahan lingkungan yang tiba-tiba. Biduran dapat muncul di bagian tubuh mana pun dan sekecil titik atau sebesar piring. Mereka dapat berubah bentuk, bergerak, berbaur, menghilang, dan muncul kembali dalam waktu singkat.
Biduran paling sering muncul di malam hari atau dini hari setelah bangun tidur. Mereka umumnya tidak terkait dengan demam, mual, nyeri otot, nyeri sendi, atau sakit kepala kecuali ada infeksi. Jika demikian, apa penyebab biduran di malam hari? Untuk lebih jelasnya simak ulasan berikut ini.
Akibat Suhu Dingin
Di dunia medis, penyebab biduran di malam hari dapat berkaitan dengan cold urticaria (urtikaria dingin). Biduran jenis ini disebabkan paparan suhu dingin yang umumnya bermanifestasi dengan bilur berukuran antara 0,25 sampai 2,5 sentimeter.
Bilur ini berwarna agak kemerahan dan terasa gatal. Pada beberapa kasus, urtikaria dingin bisa menyebabkan pingsan pada pengidapnya bila area kulit yang terdampak amat luas.
Pada studi yang dipublikasikan BioMed Central tersebut berjudul “Review of cold-induced urticaria characteristics, diagnosis and management in a Western Canadian allergy practice” menjelaskan bahwa urtikaria yang diinduksi oleh suhu atau cuaca dingin adalah penyakit kompleks dengan tumpang tindih yang signifikan dengan urtikaria kronis lainnya. Kondisi ini juga bisa dipicu oleh penyakit alergi lainnya.
Akibat Tekanan
Biduran juga bisa disebabkan oleh tekanan. Ketika tekanan ditempatkan pada kulit, seperti saat Anda mengenakan pakaian ketat atau berdiri terlalu lama maka dapat menyebabkan bekas luka yang padat, merah, gatal yang terkadang bisa sedikit menyakitkan.
Akibat Bahan Kimia di Makanan
Bahan kimia yang terkandung dalam makanan ternyata dapat menyebabkan biduran. Makanan yang paling berpeluang menyebabkan biduran adalah ikan, tomat, kacang, coklat, buah beri segar, dan susu.
Zat-zat adiktif dan pengawet makanan yang ada di dalam makanan menjadi salah satu penyebab terbesar munculnya biduran setelah mengonsumsi makanan tertentu. Memilih makanan yang tepat dan tanpa pengawet bisa menjadi solusi mengurangi risiko biduran di malam hari.
Akibat Konsumsi Obat
Konsumsi obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan biduran. Obat-obatan seperti aspirin, ibuprofen, ACE inhibitors, dan obat pereda rasa sakit semacam kodein, harus diperhatikan pemakaiannya lantaran dapat menyebabkan biduran.
Biduran akibat konsumsi bahan kimia dalam makanan dan obat-obatan dapat digolongkan dalam jenis biduran akut atau acute urticaria. Biduran jenis ini bisa bertahan selama berhari-hari, bahkan sampai enam pekan lamanya.
Akibat Reaksi Alergi
Biduran dapat muncul di malam hari akibat alergi yang terjadi lantaran karena reaksi dari histamin, plasma darah yang keluar dari pembuluh darah kecil di dalam kulit. Histamin adalah zat kimia yang diproduksi dari sel-sel di sekitar pembuluh darah kulit akibat terjadinya alergi.
Alergi akibat reaksi alergi ini umumnya digolongkan dalam jenis biduran fisik atau physical urticaria. Biduran ini disebabkan oleh stimulasi fisik langsung terhadap kulit, seperti alergi pada suhu udara yang terlalu dingin maupun terlalu panas.
Bisa juga alergi karena udara yang kotor, debu, atau air kotor yang mengenai kulit. Biasanya biduran terjadi tepat ketika kulit terstimulasi. Kebanyakan biduran muncul dalam satu jam setelah terpapar. Itulah penyebab biduran pada malam hari yang perlu diketahui. Pastikan jika mengalami ciri biduran yang lebih parah segera periksa ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.
(Martin Bagya Kertiyasa)