BERBAGAI dampak timbul selama Covid-19, salah satunya kesehatan mental. Kesehatan mental menjadi permasalahan global, di mana masyarakat banyak mengalami kecemasan hingga depresi di tengah pandemi Covid-19.
Menurut studi di lancet melaporkan, sekitar 12,5% dari populasi global akan memiliki masalah dengan kesehatan mental pada suatu waktu dalam hidup mereka.
Pada Maret 2022, WHO melaporkan di seluruh dunia, kecemasan dan depresi meningkat sebesar 25% di tahun pertama pandemi.
Masalah kesehatan mental terjadi ketika orang tidak dapat mengatasi tekanan hidup dengan baik. Pandemi adalah stressor (pemicu stress) yang mungkin hanya sedikit orang bayangkan harus diatasi.
“Isolasi sosial, kesepian, stres dan kecemasan, kekerasan dalam rumah tangga, kehilangan, kesulitan keuangan, pengangguran, dan infeksi Covid-19 parah adalah semua faktor yang mungkin menyebabkan kesehatan mental orang memburuk," kata Dr . Adrian James , Presiden Royal College of Psychiatrists, dilansir Medical News Today, Jumat (1/4/2022).
Awal pandemi tampaknya memiliki dampak terbesar pada kesehatan mental. Sebuah laporan dari European Parliament Research Service menyoroti peningkatan masalah kesehatan mental di banyak negara Eropa saat ini.
Delapan dari 10 orang di Italia melaporkan kebutuhan akan perawatan psikologis di Belanda, lebih dari sepertiga penduduk melaporkan kecemasan.
Pada April 2021, Institut Kesehatan Mental Nasional melaporkan yang menilai kecemasan, depresi, gejala stres, penyalahgunaan zat, dan pikiran bunuh diri hampir dua kali lipat dari diperkirakan sebelum pandemi
BACA JUGA: Gejala Long Covid-19 pada Anak Didominasi Kesedihan dan Kecemasan
“Pandemi berdampak besar pada layanan kesehatan mental spesialis yang sudah membentang, menerima rekor 4,3 juta rujukan selama tahun 2021. Ini juga menghasilkan jaminan kesehatan mental terbesar dalam sejarah NHS dengan setidaknya 1,4 juta orang menunggu perawatan," jelas Dr James.
(Dyah Ratna Meta Novia)