SEJUMLAH peneliti mengungkapkan laporan yang mengaitkan kekurangan zinc dengan Covid-19. Dalam laporan tersebut berbunyi apabila zinc memiliki peranan penting dalam tubuh untuk melindungi seseorang dari terinfeksi virus Covid-19.
Kekurangan zinc menurunkan kekebalan tubuh sehingga virus corona mudah masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi. Zinc berfungsi menyembuhkan luka dan mengatur indera perasa dan penciuman.
Sesuai standar medis, seorang pria dewasa harus memiliki 11 mg zinc per hari dan seorang wanita dewasa harus memiliki 8 mg zinc. Dalam penelitian tersebut dikatakan suplemen zinc membantu pasien Covid-19 pulih lebih cepat.
“Ada enzim mikro-molekul pelindung tertentu menggunakan seng untuk mengaktifkan diri dan bertindak sebagai perisai. Mereka mencegah masuknya virus ke saluran pernapasan dan membantu pembersihan mukosiliar atau mekanisme pertahanan alami paru-paru," kata laporan penelitian dilansir Times of India, Rabu (30/3/2022).
Lebih lanjut, ada sebuah laporan Harvard Medical tahun 2021 mengatakan, zinc memiliki aktivitas antivirus, baik dengan meningkatkan fungsi sel kekebalan yang melawan infeksi virus dengan mengurangi kemampuan virus untuk berkembang biak.
Siapa Lebih Berisiko Kekurangan Zinc?
Pertama orang yang memiliki gangguan pencernaan, seperti penyakit radang usus atau masalah pencernaan tidak dapat menyerap seng (zinc). Kedua, orang dengan penyakit hati atau ginjal kronis juga sulit menyerap zinc.
BACA JUGA:Tak Cuma Hilangkan Ketombe, Kenali 5 Manfaat Zinc bagi Tubuh
Kemudian, orang dengan kasus diare yang berkepanjangan atau berlebihan juga bisa kekurangan seng. Lalu, wanita hamil pun ikut berisiko kekurangan zinc karena bayi membutuhkannya untuk pertumbuhan.
(Dyah Ratna Meta Novia)