PEMBERIAN vaksin Covid-19 dilakukan untuk membentuk antibodi pada tubuh seseorang. Sehingga, ketika mereka terpapar Covid-19 maka kondisi kesehatannya tidak akan memburuk.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan vaksinasi Covid-19 bisa menambah imunitas seseorang terhadap Covid-19. Tapi, mereka yang sudah terinfeksi Covid-19 juga memiliki antibodi terhadap penyakit tersebut.
Lantas, bagaimana dengan mereka yang terpapar Covid-19, perlukah mendapatkan vaksin juga? Menurut Menkes, mereka yang mengalami kondisi tersebut akan mendapatkan antibodinya yang lebih tinggi.
Dalam laporan survei serologi nasional disebutkan bahwa orang sudah divaksinasi dua dosis dan sudah terinfeksi Covid-19, memiliki tingkat antibodi SARS CoV 2 sebesar 99,7 persen. Menkes Budi menyoroti urutan antara vaksinasi lengkap dan terinfeksi Covid-19 sangatlah penting.
Menurutnya, urutan seseorang lebih dulu divaksinasi baru terinfeksi virus Covid-19 akan memperkecil peluang terjadinya perburukan hingga kematian. Bisa juga mengurangi beban pelayanan kesehatan.
"Imunitas paling tinggi itu terjadi kombinasi infeksi ditambah vaksinasi, jadi suka atau tidak suka urutannya penting. Ini karena mending vaksinasi duluan baru tertular," jelasnya seperti dilansir dari YouTube Kemenkes.
Survei serologi bertujuan untuk estimasi proporsi orang di populasi yang mempunyai antibodi terhadap SARS-CoV-2, berdasarkan kelompk umur, jenis kelamin, pernah terdiagnosis Covid-19 dan status vaksinasi. Mempelajari distribusi kadar antibodi berdasarkan riwayat infeksi dan vaksinasi.
Menurutnya, survei serologi nasional akan membantu pemerintah dalam memutuskan berbagai kebutuhan, antara lain; pengambilan keputusan terkait vaksinasi atau Covid-19 hingga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
"Karena ini akan dipakai pemerintah kebijakan berbasis bukti atau efident of policy," ujar Menkes Budi dalam siaran pers di YouTube Kemenkes.
Oleh karena itu, survei serologi nasional nantinya akan dilaksanakan secara rutin, paling tidak per 6 bulan sekali. Tujuannya, tidak lain untuk mengetahui perkembangan kondisi kekebalan atau imunitas masyarakat di Indonesia.
(Martin Bagya Kertiyasa)