KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan perkembangan kasus Covid-19 diakhir Febuari, mengalami penurunan hingga 7.87 persen.
Dengan kasus harian di akhir minggu turun menjadi 34.976 pada (27/2) dibanding posisi sehari sebelumnya yakni di angka 46.643 (26/2).
Kemenkes terus melakukan percepatan vaksinasi lengkap ditambah dengan vaksinasi lanjutan (booster) untuk segera menciptakan imunitas kelompok secara meluas di Indonesia. Sementara itu positivity rate pada Sabtu (26/2) turun menjadi 15,91% dibanding Jumat (25/2) yang tercatat 17.93%.
"Lalu diikuti juga dengan penurunan positivity rate. Semoga dengan upaya kita bersama dapat segera melewati periode dominasi varian Omicron di Indonesia," kata dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dikutip dari Sehat Negeriku, Senin (28/2/2022)
Lebih lanjut, dikatakan tren pemeriksaan (testing) juga terus dipertahankan di level 400-500 ribu per harinya. Pada Sabtu (26/2) spesimen yang diuji tercatat mencapai 491.130. Angka ini sedikit lebih baik dibanding Jumat (25/2) lalu yang mencatat 484.532 spesimen yang diuji.
Pemerintah berupaya mempercepat cakupan vaksinasi, salah satunya dengan mengurangi interval pemberian vaksinasi dosis primer dan lanjutan menjadi 3 bulan bagi lansia dan masyarakat umum usia di atas 18 tahun.
"Oleh karena itu cakupan vaksinasi lengkap harus dipercepat untuk memberikan ketahanan bagi masyarakat Indonesia secara luas. Kelompok-kelompok yang perlu mendaptkan perhatian adalah golongan lanjut usia dan mereka yang memiliki riwayat komorbid,” kata dr. Nadia.
BACA JUGA:Sembuh dari Covid-19, Wagub Ariza Langsung Kondangan
Dengan demikian, dr Nadia mengingatkan varian Omicron menimbulkan gejala lebih ringan kepada pasien, terutama bagi yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap dan booster. Hal tersebut menginisiasi Kemenkes untuk menerapkan kebijakan isolasi mandiri dan isolasi terpusat bagi pasien tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan sejak awal.
(Dyah Ratna Meta Novia)