Kemenkes: Vaksin Booster Kurangi Risiko Kematian hingga 91%

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Rabu 23 Februari 2022 09:58 WIB
Vaksin booster kurangi risiko kematian hingga 91 persen (Foto: Medicaldaily)
Share :

KEMENTERIAN Kesehatan mencatat 35 orang meninggal dunia akibat infeksi Covid-19 meski sudah menerima suntikan vaksin booster. Angka kasus tersebut sangat kecil dibandingkan dengan kasus orang yang tidak divaksin.

Data 35 orang meninggal dunia akibat Covid-19 meski sudah divaksin booster merupakan hasil analisis terhadap 17.871 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit selama periode 21 Januari-19 Februari 2022.

Secara detail, data 35 pasien Covid-19 meninggal dunia yang sudah divaksin booster meliputi 5 orang kategori lansia yang tidak memiliki komorbid, 5 orang warga non-lansia punya komorbid, 10 lansia tanpa komorbid, dan 15 lansia dengan komorbid.

Meski begitu, pemberian vaksin Covid-19, baik itu dosis pertama, dosis kedua, maupun vaksin booster, terbukti memberi manfaat untuk mengurangi risiko kematian.

"Risiko kematian pasien Covid-19 berkurang 11% pada penerima vaksin dosis pertama, 67% pada penerima dosis kedua, dan 91% bagi penerima vaksin booster. Jadi, vaksin Covid-19 terbukti mengurangi risiko kematian," terang Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, dalam konferensi pers virtual, Selasa (22/2/2022).

BACA JUGA : Dokter Reisa Ingatkan Masyarakat untuk Perkuat Imunitas dengan Vaksinasi Booster

BACA JUGA : Vaksinasi Booster Tak Akan Sebabkan Overdosis

Bagaimana dengan data kematian pasien Covid-19 yang tidak divaksin dosis lengkap?

Siti Nadia menegaskan, angkanya jauh lebih banyak. Dari data rumah sakit, 2.484 pasien dinyatakan meninggal dunia.

"Dari 2.484 pasien meninggal, 46% adalah pasien dengan komorbid, 53% kelompok lansia, dan 73% belum divaksin dosis lengkap termasuk di dalamnya pasien yang sama sekali tidak divaksin atau baru satu dosis," terang Siti Nadia.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya