PEMERINTAH China memilih menggunakan angsa sebagai senjata rahasia untuk mendeteksi imigran ilegal di sepanjang perbatasan China dengan Vietnam yang berlokasi di Kabupaten Longshou.
Melansir China News, pengerahan angsa-angsa tersebut untuk mencegah imigran ilegal masuk rupanya dinilai positif. Angsa tersebut terbukti lebih waspada terhadap orang asing dan suara.
Kemampuan luar biasa tersebut bahkan disebut-sebut menyaingi kemampuan anjing sekalipun.
Karena hal tersebut, petugas di perbatasan berhasil menangkap beberapa orang yang mencoba masuk ke China secara ilegal.
Salah satu petugas perbatasan, Li Fei menjelaskan angsa sangat sensitif terhadap suara. Sehingga sangat cocok dikerahkan untuk menangkap imigran ilegal.
“Mereka akan berteriak ketika ada sedikit gangguan, dan mereka akan berteriak lebih keras ketika mereka melihat orang asing," ujar Li Fei.
Selain efektif menangkap imigran ilegal, angsa juga bisa menggagalkan penyelundupan barang dan satwa liar ilegal.
Hal ini membuat angsa menjadi aset berharga di Longzhou. Saat ini. ada sekitar 400 anjing dan 500 angsa yang tersebar di lebih dari 300 pos pemeriksaan.
(Kurniawati Hasjanah)