JAKARTA - Ketika naik pesawat, apakah kamu seringkali merasakan keinginan buang angin alias kentut? Ternyata hal tersebut ada penyebabnya loh.
Melansir The Sun, Profesor klinis di Universitas Kopenhagen, Jacob Rosenberg, menjelaskan, hal tersebut disebabkan oleh penurunan tekanan kabin.
Rosenberg meneliti fenomena ini setelah menyadari perutnya jadi kembung dalam penerbangan jarak jauh ke Selandia Baru.
Baca Juga:
Catat! Ini 6 Destinasi Wisata di Jabodetabek yang Buka saat Libur Tahun Baru 2022
Bongkar Rahasia Penerbangan di TikTok, Pramugari Ini Langsung Dipecat
Setelah mencatat bahwa botol airnya yang kosong telah mengembang selama penerbangan, kemudian menyusut ketika kembali ke darat, ia menyadari hal yang sama juga terjadi pada perutnya.
"Tekanan turun dan udara harus mengembang ke lebih banyak ruang," tegas Rosenberg.
Hal inilah yang lantas membuat gas yang ada di dalam perut mengembang sebesar 30 persen, dan itu perlu dilepaskan.
Untuk mengurangi keseringan buang angin di pesawat, Rosenberg menyarankan, agar penumpang memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi.
Beberapa cara bisa dilakukan untuk mengurangi kadar gas dalam perut, yaitu dengan makan lebih banyak karbohidrat dan lebih sedikit serat di bandara dan di pesawat.
Hal tersebut dapat mengurangi rasa kembung di pesawat.
Terkesan sepele, tetapi buang angin di pesawat bisa mengganggu perjalananmu saat penerbangan. Bahkan, tak sampai di situ, hal ini juga bisa menjadi permasalahan serius jika tidak ditangani dengan benar.
Pada tahun 2018 lalu, seorang penumpang terpaksa dikeluarkan dari pesawat setelah ia diduga menolak untuk berhenti kentut saat berada di pesawat.
(Kurniawati Hasjanah)