JAKARTA - Beragam destinasi wisata ditawarkan Kota Semarang, Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah.
Meski demikian, wisatawan disarankan tak melewatkan beberapa destinasi wisata horor di kota ini.
Dirangkum Okezone, berikut tiga destinasi wisata horor di Kota Semarang:
Lawang Sewu rupanya memiliki kisah horor di baliknya. Melansir laman heritage.kai.id, bangunan yang didirikan pada 27 Februari 1904 ini sebelumnya merupakan kantor transportasi Jepang. Selain itu, ruang bawah tanah gedung ini dikenal sebagai ruang penjara yang kejam hingga menelan banyak korban.
Konon, warga mempercayai roh-roh korban ini meninggal secara tragis dan sering bergentayangan di malam hari. Selain itu, di halaman gedung ini, terdapat sumur tua yang terkenal angker.
Baca Juga:
Tirukan Pengumuman Keberangkatan Pesawat, Aksi Cowok Ini Bikin Netizen Terpukau
7 Makanan dan Minuman yang Dihindari Pramugari Saat Penerbangan
Gedung Marabunta
Didirkan pada zaman Hindia Belanda, Gedung ini kerap digunakan sebagai tempat cafetaria dan pertunjukkan opera. Konon warga setempat percaya kerap terlihat penampakan sosok noni-noni Belanda sedang menari seakan sedang mementaskan opera. Putri Matahari merupakan nama noni Belanda penunggu gedung ini. Karena cerita mistis ini, gedung Marabunta dikenal sebagai wisata horor di Semarang.
Taman Hiburan Wonderia
Melansir akun instagram pesonaid_travel, Taman Wonderia berlokasi di Jalan Sriwijaya No.28, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tempat hiburan ini menelan banyak korban saat awal-awal pembukaanya. Di Taman yang dibangun pada 2007 ini pernah terjadi kecelakaan maut yang menewaskan 16 pengunjung saat wahana plane tower ambruk. Akhirnya, taman hiburan Wonderia resmi ditutup permanen pada 2018.
Konon lahan untuk pembangunan Taman Wonderia merupakan bekas pemakaman. Selepas pusat hiburan ini ditutup paksa, Taman Hiburan Wonderia dibiarkan terbengkalai. Pepohonan besar dan ilalang memenuhi sisa-sisa bangunan yang ada.
Sejumlah masyarakat sekitar percaya jika hal ini berawal dari warga asing yang merupakan pemilik Taman Wonderia melanggar aturan leluhur setempat dalam membangun lokasi Wonderia. Beberapa aturan leluhur warga Semarang setempat tidak diindahkan seperti menutup sumber mata air dan memindahkan makam secara paksa.
(Kurniawati Hasjanah)