JAKARTA - Keindahan Salar de Uyuni, Bolivia memukau wisatawan yang mengunjungi.
Melansir lonelyplanet.com, sekitar 40 ribu tahun lalu terdapat sebuah danau purba, Michin yang diperkirakan pernah menutupi sebagian besar bagian barat daya Bolivia.
Danau purba ini lantas mengering secara bertahap dan terbagi menjadi dua danau yakni Danau Poopo dan Danau Uru Uru. Sisa danau yang mengering berubah menjadi padang garam raksasa.
Baca Juga:
Kenapa Pramugari Jarang Sakit? Simak 7 Tips Jitu Jaga Kesehatan ala Awak Kabin
Setiap bulan November, danau yang memiliki lapisan garam tebal dan memanjang ini menjadi tempat hunian bagi spesies burung flamingo.
Keringnya danau ini karena proses penguapan selama bertahun-tahun. Disebabkan tidak ada aliran sungai, maka garam yang tidak ikut menguap akhirnya memenuhi dasar danau kering tersebut yang kini dikenal sebagai Salar de Uyuni.
Hujan yang turun dan menggenangi padang garam menjadikannya bagaikan cermin langit raksasa. Air yang menggenangi bisa memantulkan semua di cakralawa. Seperti pergunungan Andes, awan putih hingga burung.
(Kurniawati Hasjanah)