BAGI sebagian orang, kulit ayam menjadi bagian yang paling nikmat. Sebab, rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah paling enak jika disantap dengan nasi hangat.
Tak mengherankan, jika kulit ayam begitu banyak penggemarnya mulai dari kalangan anak-anak hingga remaja.
Namun, di balik kenikmatan kulit ayam yang gurih dan renyah menyimpan begitu banyak bahaya yang akan mengancam kesehatan. Pasalnya, kulit ayam mengandung banyak kolesterol apalagi jika diolah dengan cara digoreng.
Baca: Kabar Gembira! Ternyata Kulit Ayam Bisa Kurangi Tekanan Darah Tinggi
Menurut laporan dari Departemen Ahli Gizi Amerika Serikat (USDA), meski banyak lemak yang ditemukan dalam makanan hewani adalah lemak jenuh yang dapat meningkatkan kolesterol dan resiko penyakit jantung, tetapi sebagian besar lemak pada kulit ayam sebenarnya adalah lemak tak jenuh yang menyehatkan jantung.
Lebih lanjut, USDA mencatat dalam 1 ons kulit ayam mengandung sekitar tiga gram lemak jenuh dan delapan gram lemak tak jenuh. Itulah sebabnya, konsumsi kulit ayam perlu dibatasi.
Jika tidak, ada beragam penyakit yang mengintai, di antaranya adalah obesitas, penyakit jantung, hingga stroke.
The American Heart Association menyarankan untuk membatasi lemak jenuh dalam makanan yang Anda konsumsi yakni 5 hingga 6 persen dari total asupan kalori harian Anda yang setara dengan sekitar 13 gram lemak jenuh setiap hari saat makan 2.000 kalori.
Jadi, ada keuntungan dan kerugian yang didapat untuk mengonsumsi kulit ayam. Intinya adalah bahwa boleh-boleh saja kalau Anda ingin makan kulit ayam, karena tidak akan secara drastis meningkatkan asupan kalori Anda atau resiko penyakit jantung bila dimakan dalam jumlah tidak terlalu banyak.
Kulit ayam mendapat reputasi buruk karena kandungan lemaknya dan kolesterol yang tinggi. Namun, jangan lupa kulit ayam tidak seburuk yang Anda kira karena mengandung lebih banyak lemak tak jenuh daripada lemak jenuh yang dapat menyehatkan jantung.
(Dyah Ratna Meta Novia)