Penerbangan Wilayah Jawa Bali Boleh Pakai Antigen, Ini Tanggapan Pakar Kesehatan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Senin 01 November 2021 15:14 WIB
Pesawat (Foto: Pinterest)
Share :

PEMERINTAH telah melakukan rapat mengenai evaluasi pelaksanaan PPKM. Dalam rapat tersebut, pemerintah tampak mengubah syarat tes PCR bagi pelaku perjalanan yang hendak menggunakan transportasi udara atau pesawat terbang.

Menko PMK Muhajir Effendy mengatakan, bahwa syarat perjalanan udara untuk wilayah Jawa dan Bali tidak lagi diwajibkan menggunakan PCR. Masyarakat bisa menggunakan antigen sebagai syarat utamanya.

 

Sebagaimana diketahui, kebijakan sebelumnya menyebut bahwa para pelaku perjalanan dengan alat transportasi udara di wilayah Jawa dan Bali diwajibkan menggunakan tes PCR H-3. Tentunya kebijakan tersebut sempat menuai reaksi dari masyarakat karena menghabiskan banyak uang untuk PCR yang mahal. 

Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i, menegaskan, penggunaan antigen sebagai syarat penerbangan di wilayah Jawa dan Bali sebenarnya terkait dengan hitungan cost-effective analiysis.

"Karena PCR memang mahal, sementara antigen Rp70 ribu aja sudah bisa. Artinya ini masalah efektivitas dan cost effectivenya. Jadi hitungan harganya masuk apa enggak?" kata dr. Fajri saat dihubungi MNC Portal, Senin (1/11/2021).

Terkait dengan tingkat efektivitasnya, dr. Fajri menjelaskan bahwa PCR pasti lebih bagus sensitivitasnya. Sensitivitasnya ini adalah kemampuan alat untuk menemukan virus atau kuman itu lebih bagus dibandingkan dengan antigen.

Meskipun demikian, ia mengatakan aspek protokol kesehatan di pesawat masih menjadi hal yang utama. 

"Menurut saya tidak masalah antigen juga bagus yang penting ada syaratnya. Yang penting antigen dilakukan secara baik, tepat, alatnya bagus, tersimpan dengan baik, atau proper. Itu yang paling penting. Intinya aman nggak masalah asal diimplementasikan dengan baik," lanjutnya.

Dokter Fajri menambahkan selain pemeriksaan antigen, kru yang ada di dalam pesawat juga wajib melakukan protokol kesehatan. Tak hanya itu, para penumpang pun wajib mengurangi makan dan minum di pesawat kalau penerbanganya pendek.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita Women lainnya