Pakar Kesehatan: Tak Semua Penyintas Covid-19 Miliki Antibodi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Senin 01 November 2021 12:21 WIB
Pandemi Covid-19 (Foto: VOI)
Share :

PAKAR Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i mengungkapkan fakta menarik terkait Covid-19.

Ia menegaskan bahwa seperempat penyintas Covid-19 atau orang yang baru sembuh, kekebalan tubuhnya cenderung tidak muncul atau not responding.

 

Melalui akun Instagram pribadinya @dr.fajriaddai, Senin (1/11/2021), ia menyebutkan bahwa fakta tersebut baru di rilis dalam jurnal Nature belum lama ini. Penelitian tersebut melibatkan 7.200 lebih penelitian di Inggris.

Terdapat sekiranya tiga golongan penyintas Covid-19, yang mungkin antibodinya tidak muncul meski pernah terinfeksi.

1. Lanjut usia (lansia).

2. Ketika terinfeksi Covid-19 gejalanya ringan.

3. Angka CT Valuenya memang tinggi, atau jumlah virusnya saat seseorang terinfeksi rendah.

"Itulah sebabnya, penyintas Covid-19 sebaiknya tetap divaksin. Sebab seseorang tidak tahu apakah mereka masuk golongan respon atau tidak respon. Dan antibodi tersebut juga tidak diukur secara rutin," terang dr. Fajri dalam penjelasannya.

Ia menambahkan bahwa penelitian tersebut tidak mengukur pabrik antibodi atau sel memori seseorang. Sehingga kemungkinan antibodinya tetap ada. Selain itu, penelitian ini juga mengestimasi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk terjadinya reinfeksi setelah antibodi seseorang muncul.

"Kurang lebih 1,5 sampai 2 tahun. Intinya penyintas Covid-19 harus tetap divaksin, karena sudah sangat jelas manfaatnya," tuntasnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya