Ilmuwan Ini Kecewa, Covid-19 di Awal Kemunculannya Tak Dianggap Serius

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Rabu 06 Oktober 2021 11:01 WIB
Pandemi Covid-19 (Foto: Consumer reports)
Share :

RUPANYA pandemi Covid-19 masih berlangsung hingga sekarang. Secara global, penyakit akibat virus SARS-CoV2 itu sudah menginfeksi 219 juta jiwa, dengan kasus kematian 4,55 juta kasus.

Beberapa negara sudah mengumumkan perbaikan kasus, salah satunya Indonesia. Ya, pandemi di Tanah Air memperlihatkan hasil positif dilihat dari indikator penerapan PPKM tidak ada level 4 lagi.

Namun, jika kita kembali ke awal kejadian kasus, tak bisa dipungkiri tidak banyak negara yang menganggap ini serius. Itu kenapa persiapan pencegahan keparahan kondisi tidak dilakukan.

 

Sebagai ilmuwan, Profesor Wang Linfa, Director of Emerging Infectious Diseases Programme, Duke-Nus Medical School, Singapore, pun merasakan kekecewaan itu.

Ya, sebagai ilmuwan, dia melihat di awal kejadian Covid-19, tidak ada negara yang menganggap ini sesuatu yang berbahaya.

"Sebagai ilmuwan, saya sedikit kecewa karena meledaknya penyebaran Covid-19 dari manusia ke manusia bermula di Wuhan, China, kami tidak punya persiapan apapun untuk mengantisipasi kejadian tersebut," terangnya di webinar Special Ministerial Conference for ASEAN Digital Public Health, Rabu (6/10/2021).

Ia pun kecewa karena di awal kasus, tidak ada negara yang menganggap penyebaran Covid-19 dari manusia ke manusia itu cukup serius dari Januari sampai Maret 2020.

Padahal, katanya, jika negara menganggap Covid-19 serius di awal kejadian, setiap negara bisa bekerja sama secara internasional untuk berkolaborasi mengatasi masalah yang belum menjadi besar seperti sekarang.

"Jika kita menganggap Covid-19 serius di awal, kita bisa bekerja bersama melakukan kolaborasi Internasional. Terlebih dengan data yang transparan," ungkapnya.

Dengan begitu, sambung Prof Wang, setiap negara bisa mencegah penyebaran Covid-19 yang lebih besar. Ini juga berkaitan dengan mencegah terjadinya zoonosis seperti Covid-19.

"Saya pikir jika bersama, kita bisa mencegah penyebaran yang sangat besar dan jika kita bisa melakukan pencegahan penyebaran virus dari manusia ke manusia, kita tidak perlu khawatir mengenai zoonosis," tambahnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya