Epidemiolog Ungkap Kapan Bisa Terjadinya Hiperendemi Covid-19?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Sabtu 28 Agustus 2021 17:07 WIB
Ilustrasi hiperendemi covid-19. (Foto: Arif Julianto/Okezone)
Share :

BELUM lama ini beredar kabar bahwa Indonesia bakal mengalami hiperendemi covid-19. Ini sempat membuat sebagian masyarakat menjadi bingung dan cemas. Pasalnya saat ini banyak masyarakat masih belum mengetahui istilah-istilah sains yang seringkali muncul selama masa pandemi covid-19.

Sebagaimana diketahui, hiperendemi adalah suatu istilah yang dikeluarkan oleh epidemiolog untuk melihat bagaimana atau menggambarkan kejadian seperti penyakit. Hiperendemi merujuk pada keberadaan yang terus-menerus dari satu penyakit di suatu wilayah.

Baca juga: Studi: Pasien Covid-19 Berpotensi Alami Sesak Napas hingga 1 Tahun Setelah Sembuh 

Terkait hal tersebut, epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan jika dalam konteks pandemi covid-19, ketika terjadi endemi, maka bisa ada hiperendemi. Seperti layaknya batuk dan flu, ini disebut endemi, sebab penyakit tersebut sudah menjadi keseharian.

"Kapan menjadi hiperendemi? Ketika standar atau tingkatan yang tadinya biasa itu meningkat, misalnya berubah menjadi musim flu, atau musim covid-19. Hiperendemi itu bisa terjadi," terang Dicky, kepada MNC Portal, Sabtu (28/8/2021).

Baca juga: Hotman Paris Telusuri Obat yang Bikin Deddy Corbuzier Sembuh dari Badai Sitokin 

Oleh karena itu, pemerintah harus mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satunya dengan menggenjot cakupan vaksinasi covid-19 di masa pandemi. Sebab, vaksinasi masih sangat diperlukan agar makin efektif untuk mencegah penularan covid-19.

"Saat ini vaksin sedang dalam perjuangan riset, sehingga untuk ke arah endemi cukup sulit, tapi kalau hiperendemi dengan 3T dan 5M serta vaksinasi yang kuat, tentu bisa. Namun untuk mencapainya, pemerintah harus memperbaiki strategi-strategi yang telah ada saat ini," tuntasnya.

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya