Akui 3T Masih Lemah, Menkes Budi Akan Tingkatkan Testing 300-400 Ribu per Hari

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Selasa 10 Agustus 2021 07:32 WIB
Ilustrasi (Foto : Livescience)
Share :

MENTERI Kesehatan - Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan akan pentingnya testing, tracing, dan treatment (3T) yang ada di Indonesia. Oleh sebab itu, ia berharap agar sistem 3T ini bisa lebih ditingkatkan kembali, sebab metode tersebut efektif bisa mencegah laju infeksi penularan Covid-19 di Masyarakat.

Dalam Konferensi Pers Evaluasi dan Penerapan PPKM yang disiarkan di channel YouTube Sekertariat Presiden, Senin (9/8/2021), Menkes Budi mengakui bahwa saat ini 3T masih menjadi salah satu kelemahan yang dimiliki pemerintah Indonesia. Namun, ia berjanji akan lebih meningkatkan sistem 3T jika pemerintah berencana membuka kembali aktivitas sehari-hari.

“Saat ini kita melihat bahwa testing di Indonesia telah meningkat sangat tinggi. Dari sebelum lebaran yang masih puluhan ribu, sekarang spesimennya sudah di atas 200 ribu sedangkan tes jumlah orangnya sekira 150 ribuan. Jumlah tes tersebut sudah bagus, ini adalah kenaikan yang luar biasa,” terang Menkes Budi, dalam keterangannya.

Meski demikian, Menkes Budi menilai bahwa kenaikan testing di Indonesia masih harus tetap ditingkatkan. Sebab, dengan tingkat positivity rate seperti yang saat ini terjadi di Indonesia, maka testingnya harus bisa di atas 200 ribuan.

"Kami masih berpikir perlu meningkatkan dengan kondisi positive rate seperti sekarang, ke angka 300-400 ribuan," ujarnya. Testing ini juga harus dibarengi dengan peningkatan protokol kesehatan didukung dengan aplikasi digital pada enam sektor.

Baca Juga : Jadi Tempat Penyelenggaraan PON, 5 Daerah di Papua Ini Masuk Prioritas Vaksin

Menkes Budi mengatakan, keenam sektor tersebut meliputi beberaoa fasilitas di antaranya, mall atau departemen store, serta pasar tradisional seperti pasar basah atau toko kelontong. Kedua kantor dan kawasan industri, ketiga transportasi baik darat laut dan udara, keempat pariwisata, hotel, restoran atau event, kelima keagamaan, dan keenam pendidikan.

“Kepada enam sektor yang sudah disebutkan tadi, selain itu tracing testing yang lebih agresif, ditingkatkan di seluruh Nusantara dengan bantuan TNI dan Polri. Saya kira bisa menjadi alat agar kita bisa secara bertahap menyeimbangkan antara kegiatan ekonomi dan menjaga keamanan bersama,” tuntasnya.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya